Selasa, 28 Juni 2022

Virus Sapi Merebak di Sumatera, Terdata 13 Kasus di Jambi

Kementan Sediakan 476 Ribu Vaksin

Kamis, 21 April 2022 | 07:54:59 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA  - Kementerian Pertanian mendata sebanyak 1.181 ekor sapi di Sumatera terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD). Jumlah terbanyak ditemukan di Aceh. Sebagian juga ditemukan di Jambi.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nuryani Zainuddin menyatakan bahwa Kementerian menyediakan sebanyak 476 ribu dosis vaksin untuk mengantisipasi wabah tersebut. 

Dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu (20/4), Nuryani mengatakan bahwa ketersediaan stok vaksin saat ini sebanyak 476.075 dosis. Sementara kebutuhannya adalah untuk 2,7 juta ekor sapi di Sumatera.

“Berapa anggaran yang kita butuhkan untuk melakukan vaksinasi dengan 2,7 juta? Kita membutuhkan Rp 104.733.702.000. Ini yang kita lakukan dan usahakan, siapa yang memberikan anggaran sebesar ini,” kata Nuryani.

LSD merupakan penyakit infeksius pada hewan ternak sapi dan kerbau yang disebabkan oleh virus yang masuk dalam genus Capripoxvirus. Sejak awal 2022, kasus LSD muncul di beberapa kabupaten/kota Provinsi Riau dan merebak ke wilayah lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, saat ini terjadi 527 kasus LSD di Provinsi Riau, 564 kasus di Aceh, 73 kasus di Sumatera Utara, 13 kasus di Jambi, dan 4 kasus di Sumatera Barat dengan total 1.181 ekor.

Nuryani mengatakan, tingkat mortalitas LSD pada hewan ternak 1 hingga 5 persen, dan morbiditasnya 10 hingga 45 persen. Dia menyebutkan kasus kematian hewan ternak di Indonesia akibat LSD baru dilaporkan satu ekor.

Kendati tingkat kematiannya yang tidak tinggi, namun Nuryani menyebutkan LSD dapat menyebabkan dampak ekonomi yang cukup merugikan.

“Dampak ekonomi sudah pasti akan menyebabkan menurunnya produksi, terjadi kekurusan, dan menurunnya produksi susu. Kemudian kerusakan kulit permanen, penurunan atau kehilangan seluruh fertilitas pada sapi jantan dan sapi betina,” kata Nuryani.

Nuryani menyebutkan hingga saat ini pengendalian penyakit LSD yang paling efektif adalah dengan vaksinasi.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments