Kamis, 30 Juni 2022

Volume Sampah di Sungaipenuh Meningkat Selama Ramadan

Selasa, 26 April 2022 | 11:42:52 WIB


Truk sampah yang parkir. (Kanan) Tumpukan sampah di Kota Sungaipenuh
Truk sampah yang parkir. (Kanan) Tumpukan sampah di Kota Sungaipenuh / dok/metrojambi.com

SUNGAIPENUH - Produksi sampah di Kota Sungaipenuh meningkat menjelang lebaran menjadi sekitar 60 ton per hari, dari 50 ton pada hari biasa. Penyumbang terbesar adalah sampah penjualan takjil.

"Produksi sampah rumah tangga masih normal, peningkatan terjadi karena produksi sampah cafe dan pedagang takjil. Produksi sampah terbesarnya dari kelapa muda," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungaipenuh Khairul Azhar, Selasa (26/4).

Ia mengatakan, sampah takjil tersebut tidak saja dari cafe yang menyediakan paket berbuka puasa, juga pedagang kaki lima yang lokasinya tersebar di Sungaipenuh.

Khairul Azhar menyampaikan untuk cafe masih dapat dikoordinasikan dengan pemiliknya, sehingga petugas kebersihan dapat mengangkut sampahnya dengan mudah. Sedangkan pedagang kaki lima musiman sulit, karena jumlahnya yang banyak.

"Pedagang kaki lima ini masih banyak yang tidak memahami kondisi petugas. Mereka mengisi satu karung penuh dengan sampah kelapa muda, tentu berat dan tidak terangkat oleh petugas," ujarnya.

Ia berharap adanya kerjasama yang baik antara pedagang dengan petugas kebersihan untuk mewujudkan kebersihan Kota Sungaipenuh.

Pantauan di sejumlah lokasi di jalan protokol Kota Sungaipenuh banyak terdapat tumpukan sampah kelapa muda, sehingga memperburuk citra kota itu sendiri.

Peningkatan sampah terjadi menjelang lebaran karena banyak warga yang melaksanakan buka bersama dengan berbagai macam menu, salah satunya kelapa muda.

"Kelapa muda itu kan berat, jadi dapat meningkatkan produksi sampah di Kota Sungaipenuh. Permasalahannya jika sampah takjil tidak diangkat segera diangkat, maka akan membusuk dan menimbulkan bau," jelasnya.

Kadis LH memprediksi produksi sampah di Kota Sungaipenuh akan terus meningkat hingga usai libur lebaran nanti yang jumlahnya dapat mencapai 50 ton lebih perhari.
"Kita berharap pengertian pedagang dan warga untuk membantu menjaga kebersihan, sehingga dapat tercipta kenyamanan di Kota Sungaipenuh," pungkasnya.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments