Senin, 3 Oktober 2022

Ustadz Bobol PeduliLindungi, Tawarkan Jasa Pembuatan Sertifikat Vaksin Fiktif

Sindikat Antar Provinsi; Sudah Layani 250 Orang

Senin, 25 April 2022 | 06:52:05 WIB


Dua orang yang diduga terlibat pembobolan aplikasi PeduliLindungi tengah menjalani pemeriksaan usai ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Jambi di daerah Magetan, Jawa Timur
Dua orang yang diduga terlibat pembobolan aplikasi PeduliLindungi tengah menjalani pemeriksaan usai ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Jambi di daerah Magetan, Jawa Timur / ist

JAMBI - Kepolisian Daerah Jambi mengungkap sindikat pembobol data aplikasi PeduliLindungi milik Kementerian Kesehatan RI. Kawanan ini berhasil membuat sertifikat vaksin dan data fiktif pada aplikasi tersebut untuk dijual ke berbagai kalangan.

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polda Jambi menangkap tujuh pelaku, termasuk salah satunya warga Jambi. Penangkapan dilakukan di Bandung dan sekitarnya. Mereka telah dibawa ke Jambi pada Minggu  (24/4), sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga : Polda Jambi Ungkap Sindikat Pemalsu Data Aplikasi PeduliLindungi

“Tujuh pelaku sudah kita amankan. Di antara mereka ada ustaz, guru, perangkat desa, pegawai swasta, dan ibu rumah tangga,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory.

Kata Tory, pembuatan data vaksin fiktif di aplikasi PeduliLindungi melibatkan pelaku yang beroperasi antar provinsi. Yakni, di Jambi, Jawa Timur, Jawa Barat, Batam, Sumatera Utara dan Jakarta.

“Pelaku yang sudah kita amankan merupakan warga Jambi, Magetan, dan Bandung,” tambahnya.  Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Tory menjelaskan, modus para pelaku dalam menggelar aksinya. Mereka menggunakan media sosial untuk mengiklankan dan menawarkan jasa pembuatan sertifikat dan kartu vaksin yang terdata di aplikasi Peduli Lindungi tanpa melalui penyuntikan vaksin.

“Para pelaku mematok harga pembuatan bervariasi, antara Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta,” ujar Tory. Dia menyampaikan, sebanyak 250 orang telah menggunakan jasa para pelaku ini. 

Awalnya, pelaku memanfaatkan masyarakat yang memiliki komorbid (orang yang tidak bisa divaksin karena penyakit bawaan) dengan menawarkan bantuan bisa mengakses langsung aplikasi PeduliLindungi dan laman Kemenkes.

Dengan cara itu, mereka mendapatkan kartu vaksin resmi dengan proses yang hanya dalam satu hari untuk seluruh Indonesia. Para pelaku diketahui saling kenal dan pernah gabung dalam satu kelompok pertemanan.

Para pelaku berjumlah total delapan orang dengan rincian tiga orang dari Magetan, empat dari Bandung, dan satu dari Jambi.

“Kita sudah melakukan penyelidikan selama satu minggu. Setelah kita pastikan keberadaan pelaku, tiga hari yang lalu kita lakukan penindakan,” tandasnya.

Sayangnya, Tory enggan merinci siapa pelaku asal Jambi ini. Ditanya lebih jauh soal alamat, pekerjaan sehari-hari dan peran pelaku asal Jambi ini, dia pun enggan menjelaskan. “Masih dalam pemeriksaan,” elaknya.


Penulis: ich
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments