Selasa, 28 Juni 2022

Jambi Pastikan Dapat 1.328 Kuota Haji

Jatah Sebagian Kabupaten dan Kota Berkurang

Rabu, 27 April 2022 | 09:00:26 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA - Kementerian Agama menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 405 Tahun 2022 tentang sebaran kuota haji per provinsi. Keputusan ini dikeluarkan menyusul keputusan pemberangkatan ibadah haji 1443 hijriah/2022 masehi.

“KMA ini selanjutnya akan menjadi pedoman seluruh jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus dalam melakukan finalisasi penyediaan layanan jamaah haji Indonesia,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Selasa (26/4).

Dalam KMA yang ditandatangani pada 22 April ini, ditetapkan bahwa kuota haji Indonesia 1443 H/2022 M berjumlah 100.051 orang. Jumlah ini terdiri atas 92.825 jemaah haji reguler dan 7.226 haji khusus.

Untuk kuota haji reguler terdiri atas 92.246 kuota jamaah haji reguler tahun berjalan, 114 kuota pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, dan 465 kuota petugas haji daerah.

Sementara untuk kuota haji khusus, terdiri atas 6.664 kuota jamaah haji khusus tahun 1443 H/2022 M dan 562 kuota petugas haji khusus.

“Haji reguler maupun haji khusus, kuota 1443 H/2022 M diperuntukkan bagi jamaah yang telah melunasi biaya Perjalanan Ibadah Haji 1441 H/2020 M, dan berusia paling tinggi 65 tahun per tanggal 8 Juli 2022, sesuai urutan nomor porsi,” kata dia.

Sementara, jamaah haji yang telah melunasi BPIH 1441 H/2020 M yang tidak masuk alokasi kuota dan/atau menunda keberangkatan pada 1443 H/2022 M diprioritaskan menjadi jamaah haji 1444 H/2023 M sepanjang kuotanya tersedia.

Dalam keputusan itu dirincikan, sebaran kuota haji reguler per provinsi tahun 1443 H/ 2022, yakni Aceh sebanyak 1.999 orang, Sumatra Utara (3.802), Sumatra Barat (2.106), Riau (2.304), Jambi (1.328), Sumatra Selatan (3.201), Bengkulu (747), Lampung (3.219).

Kemudian, DKI Jakarta (3.619), Jawa Barat (17.679), Jawa Tengah (13.868), DI Yogyakarta (1.437), Jawa Timur (16.048), Bali (319), NTB (2.054), NTT (305), Kalimantan Barat (1.150), Kalimantan Tengah (736), Kalimantan Selatan (1.743), Kalimantan Timur (1.181).

Selanjutnya, Sulawesi Utara (326), Sulawesi Tengah (910), Sulawesi Selatan (3.320), Sulawesi Tenggara (922), Maluku (496), Papua (491), Bangka Belitung (486), Banten (4.319), Gorontalo (447), Maluku Utara (491), Kepulauan Riau (589), Sulawesi Barat (663), Papua Barat (330), dan Kalimantan Utara (190).

Sebaran kuota di Jambi sendiri sebagian mengalami penurunan, seperti yang dialami Kabupaten Tebo. Kakan Kemenag Tebo Herman mengatakan, data calon jemaah yang tertunda berangkat pada 2020 sebanyak 223 orang. 

Namun, kuota 2022 hanya 107 orang atau turun. “Informasi ini belum disampaikan kepada 107 calon jemaah karena Kemenag Tebo akan melakukan verifikasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Diakuinya, tahapan selanjutnya adalah pelunasan saja. Pemerintah telah memutuskan BPIH sebesar Rp 39,8 juta. “Jamaah yang tertunda berangkat pada 2020 lalu cukup membayar Rp 33 juta saja. Karena sisanya dibayar pemerintah,” pungkasnya.


Penulis: ant/mok
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments