Kamis, 11 Agustus 2022

Petani Sawit Bergerak, Apkasindo Jambi Kirim Massa Demo ke Istana Negara

Selasa, 17 Mei 2022 | 07:16:25 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Antara

 JAMBI - Anjloknya harga tandan buah segar sawit akibat kebijakan Presiden Joko Widodo mendapat reaksi keras dari para petani sawit. Hari ini, para petani sawit dari berbagai daerah dijadwalkan berunjuk rasa ke Istana Negara dan di kota masing-masing.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Jambi Kasriwandi yang dihubungi via ponsel Senin (16/5) malam mengatakan, unjuk rasa ini adalah bentuk protes petani atas kebijakan larangan ekspor crude palm oil (CPO).

Katanya, kebijakan itu dampaknya sangat merugikan petani. “Kami sudah di Jakarta. Besok akan ke Istana. Dari Jambi sebanyak 24 orang perwakilan dari tiap kabupaten dan kota, keseluruhan sekitar 200 orang lebih,” ujarnya.

Katanya, aksi mereka akan digelar bersamaan dengan petani-petani sawit dari  berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, beberapa pengurus Apkasindo kabupaten dan petani sawit juga akan berunjuk rasa di daerah masing-masing.

“Apkasindo kabupaten yang akan berdemo serentak di kantor bupati adalah Merangin, Bungo dan Tanjabtim. Di provinsi tidak ada demo. Semestinya semua, tapi baru tiga daerah yang melaporkan,” sebutnya.

Kasriwandi menjelaskan, kebijakan larang ekspor oleh Presiden Jokowi langsung mengentakkan harga TBS sawit dari Rp 4.000 lebih menjadi Rp 1.600 per kg.

Walau penetapan oleh asosiasi pengusaha dan pemerintah di atas Rp 2.000, pengusaha masih menahan untuk membeli di harga itu.

Seorang pengusaha asal Sarolangun menuturkan, pembelian sawit pertani tidak hanya dipengaruhi harga yang ditetapkan oleh pengusaha besar, namun ada faktor lain. “Antara lain, faktor kemampuan penampungan di pabrik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perusahaannya yang berkapasitas 45-60 ton per jam memiliki penampungan kapasitas 5.000 ton. Biasanya, 5.000 ton ini akan keluar dalam tempo sepekan.

“Nah, sekarang penampungan sudah penuh, tapi perusahaan pembeli CPO kita malah menahan untuk membeli. Kalau kita produksi terus, mau ditampung dimana?” ujarnya. Karena itu, pabriknya membatasi pembelian TBS.

Kasriwandi sendiri mengakui sangat banyak petani kini tidak bisa menjual TBS lagi. “Pabrik menyebut tangkinya penuh. Dengan demo ini kami meminta pemerintah membuka lagi kran ekspor CPO,” sebutnya.

Kadis Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal mengaku belum mendapat info apa pun soal rencana unjuk rasa petani sawit. Dia juga tidak mengetahui adanya petani sawit dari Jambi yang ikut berdemo di Istana Negara.

Terpisah, Direktur Intelkam Polda Jambi Kombes Pol Bondan Witjaksono saat dikonfirmasi belum bersedia menginformasikan terkait rencana unjuk rasa petani sawit di Jambi. “Masih dicek di jajaran,” katanya, Senin (16/5).

KBO Satintelkam Polresta Jambi Iptu Mulyadi mengatakan hal serupa. Menurutnya, hingga Senin sore belum ada pemberitahuan rencana unjuk rasa di wilayah hukum Polresta Jambi. “Kami coba mencari informasi terkait hal ini,” katanya.

Pada penetapan periode 13-19 Mei 2022, harga rata-rata CPO Rp 11.453,33, harga rata-rata inti sawit Rp 9.228,95, dan harga TBS usia 10-20 tahun Rp 2.808,97 per kg. Harga TBS ini turun Rp 975,73 dari periode sebelumnya.


Penulis: mrj/chy/ich
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments