Rabu, 6 Juli 2022

Komisi II Turlap ke Gang Siku Pasar Jambi

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:04:12 WIB


Komisi II DPRD Kota Jambi, Turun Lapangan (Turlap) menemui para pedagang, mulai dari Pasar Malioboro hingga ke Gang Siku, Kamis (19/5).
Komisi II DPRD Kota Jambi, Turun Lapangan (Turlap) menemui para pedagang, mulai dari Pasar Malioboro hingga ke Gang Siku, Kamis (19/5). / Istimewa

JAMBI - Retribusi pedagang pasar Kota Jambi dinilai terlalu tinggi, lantaran para pedagang juga merupakan pelaku ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19. Belum lagi saat ini mayoritas pembeli lebih banyak melakukan online shop.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, dalam hal ini Komisi II, Turun Lapangan (Turlap) menemui para pedagang, mulai dari Pasar Malioboro hingga ke Gang Siku, Kamis (19/5). Tidak hanya Komisi II,  turun hadir juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi. 

Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi Junaedi Singarimbun berdiskusi kepada para pedagang di kawasan pasar, mulai dari pendapatan hingga retribusi apa saja yang harus dibayar. Hingga nanti akan mengajak diskusi langsung.

"Retribusi tidak bisa kita turunkan karena Perda. Tapi ini ada solusinya dengan hearing," ujarnya saat diwawancarai.

Ia juga menjelaskan kepada para pedagang,  bagaimana retribusi nanti juga pada akhirnya kepada para pedagang dengan menciptakan pelayanan yang layak seperti sarana dan prasarana.

"Dengan bayar retribusi maka juga akan dikembalikan lagi ke pedagang dengan memberikan fasilitas yang nyaman," katanya.

Mengenai persoalan tunggakan para pedagang dari tahun 2021, ia mengatakan bahwa harus mengikuti regulasi dari pemerintah.

"Kami dewan bagian dari pemerintah, jadi mengharapkan untuk sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, yang menunggak untuk membayar," tandasnya.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments