Sabtu, 20 Agustus 2022

Minat Budidaya Porang Meningkat, DPRD Merangin Lajukan Pendampingan Terhadap Petani

Sabtu, 05 Maret 2022 | 13:56:31 WIB


/ istimewa

BANGKO - Meningkatnya minat petani membudidayakan porang bakal membuat panen raya, namun berpotensi harga anjlok. Mengantisipasi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Merangin Asy Syahrul berinisiatif melakukan pendampingan terhadap petani.
 
Asy Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Petani Porang Merangin (APPM) menuturkan bahwa para petani porang memang sempat down, namun kini sudah tidak lagi.

“Sudah ada yang menghasilkan. Sudah ada yang panen perdana,” kata Asy Syahrul, Sabtu (5/3/2022).
 
Serius mendampingi petani, tampaknya membuat politisi Perindo ini menguasai lika-liku budidaya tanaman porang. Ia cukup gigih, dan optimis sekali akan potensi porang.

“Soal pangsa pasar, semua komoditi yang lagi naik daun ada yang bermain. Misalkan sawit harga melejit, tapi minyak goreng indonesia langka,” katanya memberikan gambaran.

“Petani porang siap tahan banting,” tegasnya.

Ia menduga, ada upaya monopoli di balik framing anjloknya harga porang ke depan. Framing ini, agar petani tak ramai-ramai menanam porang, sehingga tak terjadi ledakan porang. Sebaliknya, ketersediaan porang yang ada, akan membuat harganya stabil.
 
Bang Ul, panggilan Asy Syahrul menegaskan, potensi porang sudah terlihat dari berdirinya pabrik-pabrik dan penangkaran. Ia menyebutkan di Medan, Sumatera Utara dan Pekanbaru, Riau untuk pabrik.

Kemudian ada pabrik chips porang di Nagari Saok Laweh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. “Produk porang ini banyak sekali. Bisa jadi beras, tepung, kosmetik, lem, jeli, dan sebagainya,” terangnya.

“Dengan hal-hal itu, apalagi yang kita takutkan,” sambungnya.
 
Antusias ini, sambungnya, semakin tinggi dengan keberhasilan anggota DPRD di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam waktu dekat, porang di lahan sekitar 10 hektar itu akan panen.

Menariknya, ada Petani Porang di APPM yang berani jual mobil demi beli bibit porang. Uang hasil jual mobil itu, untuk membeli bibit porang.

“Ternyata mereka sudah belajar jauh-jauh hari. Atau belajar ke daerah yang sudah berhasil,” cerita Asy Syahrul.

APPM tampaknya serius mengembangkan budidaya porang di Merangin. Buktinya, Asy Syahrul menyampaikan jika mereka akan studi banding ke Madiun.

Tak main-main, mereka akan belajar langsung dengan Paidi, sosok penemu Porang yang terkenal hingga Jepang dan China.

“Yang pasti, kapasitas saya membantu petani untuk berkembang. Karena apa, petani ini membutuhkan pendampingan seperti ini,” tandasnya.

Sebelumnya, tingginya minat budidaya porang ini sempat mengkhawatirkan pemerintah melalui OPD terkait. Hal ini tak lain, kekhawatiran panen raya yang berpotensi harga anjlok.


Penulis: (*)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments