Kamis, 18 Agustus 2022

Nenek dan Cucu Terjebak Banjir, Warga Pertanyakan Program Konkret Pemkot Jambi

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:14:56 WIB


Banjir di depan SPBU Simpang Pucuk Kota Jambi, Selasa (24/5) sore
Banjir di depan SPBU Simpang Pucuk Kota Jambi, Selasa (24/5) sore / Metrojambi.com

 JAMBI - Kota Jambi belum bebas banjir. Buktinya, hanya sekitar satu setengah jam hujan deras mengguyur Tanah Pilih pada Selasa (24/5) sore, banjir menggenang dimana-mana hingga malam. Kebijakan konkret Wali Kota Sy Fasha dipertanyakan.

Hujan turun hampir merata di Kota Jambi mulai sekitar pukul 03.00 WIB. Selang beberapa menit, bertebaran berita, foto, bahkan video di sejumlah media sosial mengabarkan banjir di berbagai wilayah. 

Salah satunya di RT 04 dan RT 07 Kelurahan Beringin, Pasar Jambi. Rio, warga setempat, mengatakan bahwa banjir seketika menggenangi rumahnya sehingga dia harus memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi.

Doni, warga lainnya, mengatakan  bahwa banjir salah satunya disebabkan oleh adanya bangunan di atas drainase. “Drainasenya dangkal, sehingga ketika hujan langsung meluap,” jelasnya.

Setiap hujan, lanjut dia, kawasan di sekitar rumahnya selalu menjadi langganan banjir.  “Harus ada tanggapan dari pemerintah. Kalau tidak, kami kebanjiran terus,” keluhnya.

Di Kotabaru, warga Perumahan Karila Asri 1 di RT 35 Jalan Platur Purnama menumpahkan kekesalan di media sosial karena terdampak banjir. Sembari me-mention sejumlah instansi dan pejabat, warga menulis, “Kemano bae. Lihat warga ini. Baru sejam hujan deras sudah banjir,” tulisnya.

Di kawasan Jelutung, persisnya di belakang Celebrity Karaoke, Jalan Gajah Mada, satu keluarga terjebak banjir di dalam rumah. Informasi yang dihimpun dari warga, seorang nenek dan cucunya mencoba mengontak salah satu anaknya meminta dievakuasi.

“Orang tua dan adek kecilnya terjebak banjir, dak bisa keluar dari rumah. Lokasi di belakang Karaoke Celebrity,” tulis seorang warga kepada petugas Pemkot Jambi. Beredar video sang nenek saat menunggu dievakuasi.

Pukul 20.15 WIB tim SAR dilaporkan masih mengevakuasi warga di kawasan itu. Sebanyak tiga orang berhasil dievakuasi ke posko di samping Celebrity Karaoke. “Tim masih mengevakuasi warga lainya,” ungkap staf Humas Basarnas Provinsi Jambi, Lutfi.

Di Jalan M Yamin, Payolebar,  Jelutung, banjir menggenang di RT18 dan RT 32. Tujuh keluarga kalang kabut menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah mereka. “Pemerintah tau nggak kesulitan kami seperti ini,” ujar Upik, warga setempat.

Di Telanaipura dan sekitarnya, luapan air Sungai Kambang membuat hampir seluruh rumah di bantaran sungai tersebut terendam. Bahkan, jalan dan jembatan yang menyeberangi sungai itu juga terendam air sehingga menyebabkan kemacetan.

Di Simpang Pucuk atau depan SPBU Jalan Pattimura, air menggenang hingga sepaha orang dewasa. Kendaraan yang sedang ramai kesulitan untuk lewat. Macet total membuat warga kesal.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Kurniadi Hidayat yang halaman kantornya di Jalan Pattimura turut terendam banjir mengatakan, drainase di kawasan itu tidak berfungsi.  Katanya, itu kewenangan Pemprov Jambi.

Banjir di depan SPBU itu berlangsung hingga menjelang magrib. Saat Metro Jambi memantau sekitar pukul 17.30 WIB, air masing tinggi.  Seorang warga merutuk karena sepeda motornya mati ketika melintasi kawasan banjir itu.

“Macam mano Wali Kota kito nih. Ini kan sudah jadi masalah setiap hujan. Masak iyo dak ambil langkah. Tengok be macet sepanjang idak, belum lagi motor mogok nih. Ambil langkahlah, jangan tutup mato,” ujar warga yang kesal. 

Warga meminta program konkret pemerintah menangani dan mengantisipasi banjir di Kota Jambi. “Selama ini proyek-proyeknyo dak konkret atasi banjir. Buktinya kalau hujan langsung banjir,” ujar Samsul (50), warga Sungai Kambang.

Kasat Lantas Polresta Jambi Kompol Aulia Rahmad mengatakan, kedalaman air di sejumlah lokasi banjir sedalam lutut orang dewasa. “Kita mengalihkan arus lalu lintas dengan memutar balik kendaraan,” ungkapnya.


Penulis: chy/nta/ich/amh
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments