Senin, 15 Agustus 2022

Abadi Di-deadline Bayar Pajak Besok, Grup Restoran Ta Wan dan Ichiban Langsung Bayar

Kamis, 02 Juni 2022 | 07:28:57 WIB


Hotel Abadi Suite Jambi
Hotel Abadi Suite Jambi / ANTARA/HO

 JAMBI - Sejumlah wajib pajak yang ketahuan menunggak masih diberi kelonggaran untuk menyetor ke kas daerah hingga Jumat (3/6) ini. Pemkot Jambi berupaya menagih tunggakan yang mencapai sekitar Rp 15 miliar dari sebanyak 15 pelaku usaha tersebut.

Di antara para penunggak pajak tersebut adalah Hotel Abadi Suite Tower dan restorannya, PT Eraguna Bumi Nusa selaku pengelola Pasar Angso Duo Baru, dan Hotel Odua Weston. Selanjutnya, tiga Restoran Ochiban Sushi, yakni di WTC, Transmart dan Jamtos.

Lainnya, Restoran Ta Wan WTC, Restoran Wendys Transmart, Bakso Boedjangan Transmart, Restoran Banda Rasa, Hotel Aini, Ayam Geprek Bensu, Ichiban Sushi Jamtos, Steak On You Lover, dan Pondok Lesehan Jempol.

“Kurang lebih tunggakannya ada Rp 15 milliar dari 15 wajib pajak,” ujar Kepala BPPRD Kota Jambi Nella Ervina. Dihubungi Rabu (1/6), Nella enggan merinci tunggakan pajak dari masing-masing usaha tersebut.

Informasi yang didapat Metro Jambi, jumlah cukup besar adalah tunggakan grup Abadi, sekitar Rp 4 miliar. Namun Nella tidak mengiyakan. “Gimana ya? Ini termasuk kerahasian dan nama baik wajib pajak,” tolaknya.

Yang jelas, tambah dia, Pemkot sebelumnya telah melayangkan pemberitahuan kepada pemilik usaha tersebut, namun tidak diindahkan. Dia mengatakan, Pemkot masih memberi kelonggaran bagi WP untuk menyetorkan pajak hingga besok.

Update terbaru, grup restoran Ta Wan dan Ichiban sudah membayar. Sementara penunggak lainnya masih ditunggu sampai Jumat. “Rencananya Jumat nanti, tim akan ketemu lagi sama wajib pajak untuk membahas ini,” ungkap Nella.

Apakah akan ada sanksi bagi WP yang tetap membandel? “Untuk penindakannya nanti, masih akan dirapatkan dahulu,” sambung Nella.

Manajemen hotel dan restoran Abadi Suite menolak memberikan komentar soal masuknya nama mereka ke dalam para penunggak pajak di Kota Jambi. Sejumlah pihak yang ditemui Metro Jambi di hotel bintang empat tersebut berupaya mengelak.

“GM kita lagi tidak ada. Kata satpam lagi keluar, tidak tahu kapan ke sini lagi,” ujar salah satu petugas resepsionis Hotel Abadi Suite, Selasa (31/5).

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Jambi Joni Ismed mengatakan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi, ada 160 pelaku usaha Kota Jambi yang wajib membayar pajak.

Dia mendesak BPPRD terus menagih kepada para pelaku usaha yang menunggak. “Lakukan pendekatan, berikan keringanan dalam pembayaran, misalnya dengan mencicil sampai lunas. Yang penting dia bayar pajak yang sudah ditetapkan,” katanya.

Bila tetap ingkar, tambah dia, Pemkot Jambi harus mengambil tindakan tegas. “Cabut saja izin usahanya dan lakukan eksekusi,” tandas politisi Golkar ini.

Sebelumnya, Senin (30/5), Pemkot Jambi menerjunkan tiga tim untuk optimalisasi pajak dengan mendatangi para wajib pajak di Kota Jambi. Sekda Kota Jambi A Ridwan mengatakan, optimalisasi dilakukan secara humanis dan persuasif.

Dia mengingatkan, dari pembayaran pajaklah Kota Jambi dibangun. “Keluhan mereka kita dengar, tapi ada aturan mereka yang harus dipatuhi,” katanya.

Sebagian pajak yang harus disetor tersebut adalah pajak dari transaksi di hotel dan restoran yang sudah dipungut dari para pelanggan dan konsumen. Kepala BPPRD Nella Ervina menjelaskan, setiap transaksi pelanggan atau konsumen dikutip pajak 10 persen. 

“Seluruh wajib pajak agar menyadari bahwa uang pajak yang dititipkan oleh masyarakat itu adalah hak pemerintah. Wajib pajak tidak dapat menahan, apalagi sampai berbulan-bulan dan bahkan ada yang bertahun-tahun,” jelasnya.

Karena itu, dia juga mengingatkan bahwa sanksi pencabutan izin dan penutupan usaha menunggu para pelaku usaha yang tetap membandel.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Joni Rizal


TAGS:


comments