Kamis, 11 Agustus 2022

Festival Jangkat 2022 Dukung Geopark Merangin Dalam Penilaian UGG

Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:43:40 WIB


Bupati Merangin Mashuri mengunjungi stand kulinar khas daerah pada Festival Jangkat di Kabupaten Merangin. Festival Jangkat mendukung penilaian Geopark Merangin pada Unesco Global Geopark (UGG)
Bupati Merangin Mashuri mengunjungi stand kulinar khas daerah pada Festival Jangkat di Kabupaten Merangin. Festival Jangkat mendukung penilaian Geopark Merangin pada Unesco Global Geopark (UGG) / Antara/HO/Diskominfo Merangin

 JAMBI - Festival Jangkat 2022 yang digelar di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi bagian upaya mendukung kawasan  Geopark Merangin dalam penilaian UNESCO Global Geopark (UGG).

"Festival Jangkat 2022 digelar juga untuk mendukung penilaian UNESCO Global Geopark (UGG) Merangin, festival tersebut mengangkat kekayaan budaya dan ragam kuliner serta kearifan lokal jangkat," kata Bupati Merangin Mashuri, Jumat.

Mashuri menjelaskan Geopark Merangin sudah tercatat dalam Geopark Internasional dan untuk mendukung Geopark Merangin masuk dalam UGG kegiatan seperti festival perlu dilaksanakan.

Terkait dengan budaya di Merangin, Mashuri mengatakan ada sekitar seribu bahasa daerah, selain itu juga terdapat bahasa kuno di Merangin yang sudah diteliti oleh Lembaga Bahasa. Selain bahasa daerah juga terdapat budaya dan kearifan lokal lainnya, dan kuliner khas daerah.

"UGG semakin mendorong Merangin sebagai pusat kebudayaan di Provinsi Jambi yang dikenal di kancah internasional, untuk itu kami butuh bantuan dan dorongan dari Kementerian Kebudayaan," kata Mashuri.

Dalam kegiatan Festival Jangkat tersebut juga dilaksanakan bakar Jaudah masal, menyajikan kuliner khas daerah, pameran kerajinan tangan masyarakat serta tarian lokal daerah.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengatakan Festival Jangkat merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kenduri Swarna Bumi Sungai Batanghari.

"Jangkat kaya akan budaya yang bisa diandalkan, sehingga menjadi daya tarik wisatawan, alamnya yang asri, membuat kelompok pengelola hutan adat di Desa Rantau Kermas meraih Kalpataru penyelamat lingkungan pada 2019," kata Abdullah Sani.

Sementara itu Direktur Perfilm'an, Musik dan Media Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Ahmad Mahendra meminta Pemerintah Daerah untuk mempertahankan kearifan lokal, budaya dan keasrian daerah.

"Jadikan Festival Jangkat sebagai agenda nasional, sehingga akan semakin banyak orang mengenal Jangkat. Indentitas, ketahanan budaya, diplomasi budaya dan kesejahteraan masyarakat, semua ada Jangkat," kata Ahmad Mahendra.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments