Kamis, 11 Agustus 2022

Ingatlah

Jumat, 27 Agustus 2021 | 11:40:48 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Oleh: Drs. H. Tamar Tarewe

SAUDARAKU, akhir-akhir ini satu persatu saudara-saudara dan sahabat-sahabat kita"berpamit pulang". Ternyata, sehebat-hebatnya manusia, pasti akan dikalahkan oleh sang waktu. Menua, lemah, sakit-sakitan, dan akhirnya menyerah pada ajal.

Waktu setiap hari mengambil sebagian dari diri kita. Sedikit demi sedikit, hingga akhirnya tak bersisa.

Maka, yang cerdas adalah mereka yang tidak terlena dengan pesona dunia. Dia menyadari bahwa dirinya sewaktu-waktu pasti akan mati.

Lalu dia menggunakan waktu sekarang untuk tidak menunda setiap amal ibadah yang terbersit di hati. Karena semenit lagi atau bahkan sedetik lagi, tidak ada jaminan kita masih bisa melakukannya.

Selagi masih ada waktu, dengar adzan langsung bergegas. Ada ajakan kebaikan langsung bertindak. Yang masih berbuat maksiat segera bertaubat. Ada kesempatan langsung berdoa. Ada peluang sedekah langsung disambut dengan ceria.

Meski kalah oleh sang waktu, setidaknya ada upaya untuk tidak rugi, karena kita dapat menggunakannya dengan baik dan tidak habis sia-sia hanya untuk menunggu waktunya "pulang".

Jika hari ini dunia adalah nyata, maka akhirat hanyalah cerita. Setelah kita tiada dunia hanya cerita, sedangkan akhirat jadi nyata.

Kita bukan penduduk bumi. Tempat kita yang abadi adalah di sana, di akhirat.

Sang kematian itulah yang paling dekat dengan diri kita. Sayang sekali kita sering melupakannya.

Begitu dekatnya antara ruh dan jasad manusia, sewaktu-waktu akan berpulang menghadap Sang Kekasih yang dicintainya, yaitu Allah SWT.

Sabda Rasulullah: "Orang cerdas itu adalah yang selalu mengingat kematian.

Semoga kita dapat menyelesaikan "misi" di alam dunia ini, dengan husnul khotimah.

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.


Penulis: Drs. H.Tamar Tarewe
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments