Sabtu, 20 Agustus 2022

Guru Madrasah Protes Tak Dapat Libur

Beredar Petisi Kembalikan Hari Libur Semester Guru Madrasah

Rabu, 29 Juni 2022 | 07:42:47 WIB


/

 JAMBI - Guru-guru madrasah di bawah Kementerian Agama memprotes larangan berlibur pada akhir semester genap tahun ajaran 2022. Mereka membuat petisi di situs change.org, menuntut libur seperti guru-guru lain.

Link petisi tersebut beredar luas di sejumlah media sosial, mulai dari WhatsApp hingga facebook. Pantauan Metro Jambi pada pukul 17.34 WIB, petisi sudah ditandatangani oleh 5.090 dari target 7.500 tanda tangan.

Petisi dibuat untuk meminta pencabutan SE Dirjen Pendis Kemenag nomor B-1139.1/DJ.I/Dt.I.I/06/2022 Tentang Libur Akhir Semester Pada Madrasah, yang dikeluarkan pada 27 Juni 2022.

Dalam SE tersebut, Dirjen Pendis menyebutkan bahwa libur akhir semester genap dilakukan pada 27 Juni 2022 hingga 17 Juli 2022. Selama libur, kegiatan pembelajaran ditiadakan.

“Guru madrasah sebagai ASN selama libur semester tetap masuk seperti biasa,” tulis Dirjen Pendis Moh Isom dalam SE yang beredar luas tersebut. Poin inilah yang memicu protes para guru

“Mengingat PP No 17 Tahun 2020 Pasal 315, PNS yang menduduki jabatan guru pada sekolah mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, berhak mendapatkan cuti tahunan,” tulis Pejuang Guru, akun yang mengawali petisi tersebut.

Petisi ditujukan kepada Kementerian Agama, Dirjen Pendis, Direktorat GTK Kemenag, Kemenpan RB, dan Badan Kepegawaian Negara. “Kami mohon untuk meninjau kembali SE yang telah dikeluarkan tersebut”. 

Dihubungi Metro Jambi, sejumlah guru membenarkan adanya larangan libur tersebut. “Iya, kami masuk terus. Tidak ada libur,” ujar salah satu guru madrasah di Muarojambi, Selasa (28/6).

Diakuinya, dia tetap masuk karena menjadi salah satu panitia Penerimaan Peserta Didik Baru. Guru yang meminta namanya tak disebut ini juga sedang mengerjakan akreditasi.

Kepala Madrasah Insan Cendikia Jambi Zakiah juga membenarkan bahwa guru madrasah diminta tetap masuk seperti biasa di masa libur akhir semester genap ini. Katanya, itu aturan dari Kementerian Agama.

“Kalau mereka ada keperluan, mereka ambil cuti. Yang di aturan itu guru libur maksudnya libur mengajar karena siswa tidak ada. Dia (guru) tetap masuk sebagai ASN. Jadi ada SE tersebut, maka dari itu SE itu kami sosialisasikan ke teman-teman,” ujarnya.

Katanya, tahun-tahun sebelumnya memang tidak ada aturan seperti itu.  Setiap kali siswa memasuki masa libur, guru-guru juga diliburkan.

Ditanya soal protes guru yang beredarnya luas melalui situs petisi change.org, Zakiah menyatakan sudah mengetahuinya.

“Saya tidak paham juga, yang terpenting peraturan itu disosialisasikan saja. Memang ada guru yang komunikasi, (bertanya) kenapa, saya menjelaskan sesuai edaran saja,” kata Zakiah.

Sebagai kepala sekolah, Zakiah menyatakan hanya mematuhi dan menjalankan perintah berdasarkan SE dari Kemenag. “Protesnya begini sebenarnya, kenapa kita tidak libur sementara instansi lain libur. Begitu,” tutupnya.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Zostafia yang diminta konfirmasi Metro Jambi belum memberikan keterangan. Dihubungi via pesan WhatsApp, dia tidak membalas. Ditelepon pun dia tak merespons.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Joni Rizal


TAGS:


comments