Rabu, 17 Agustus 2022

Dikeroyok, Ditikam, Diinjak-Injak

Pemuda Sarolangun Dapat Tujuh Jahitan di Muka

Senin, 04 Juli 2022 | 08:26:54 WIB


/ Metrojambi.com

SAROLANGUN - Nasib malang menimpa RP (20), warga RT 10 Desa Ladang Panjang, Kabupaten Sarolangun. Ia menjadi korban penikaman oleh sekelompok orang tidak dikenal hingga dirawat di rumah sakit.

Rusdi Sayuti, orang tua RP, mengisahkan bahwa penikaman yang dialami anaknya terjadi di kawasan Simpang Raya, Kecamatan Sarolangun. Lokasi tepatnya di depan Cafe Rama, pada Sabtu (2/7) malam sekitar pukul 23.15 WIB.

Baca versi cetaknya disini

Kala itu, korban yang baru pulang dari rumah teman wanitanya di kawasan Pelayang, Kelurahan Gunung Kembang, melintas di Simpang Empat Pelayang. Dia bertemu sekelompok pemuda yang mengendarai enam sepeda motor berboncengan ugal-ugalan.

Karena hampir disenggol, korban lantas menegur sekelompok pengendara tersebut. “Anak sayo ni nak ke Simpang Raya nemui adiknyo,” tutur Rusdi, Minggu (3/7).

Katanya, anaknya sempat bertanya ada apa. Salah satu dari pemuda tersebut menjawab, “Ngapo melawan, Kawan”. “Kawan” dalam dialek Sarolangun berarti “kamu” atau “Anda”.

Baca juga : Tegur Pengendara Ugal-ugalan, Warga Sarolangun Malah Ditikam dan Dikeroyok

RP yang sendirian lalu terus melintas ke arah kawasan Simpang Raya. Walau melaju kencang, rombongan yang tidak terima ditegur korban lantas mengejar.

Tiba di lokasi, para pelaku yang telah mempersiapkan diri membawa senjata tajam langsung menghampiri korban dan tanpa pikir panjang menikam bagian RP.

Sambil ngomong, “Kau melawan?”, ujar Rusdi, pelaku menikam muka RP hingga mengenai pelipis mata. Tikaman kedua tepat di bagian kening.

“Anak sayo jatuh, langsung diinjak-injak dan dikeroyok oleh rombongan itu,” ungkap Rusdi.

Usai kejadian, RP dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Dia mendapat tujuh jahitan di wajah. “Di keningnya ada empat jahitan, dan bagian pelipis mata itu ada tiga jahitan,” ujar Rusdi.

Kapolsek Sarolangun Iptu Dwiyatno membenarkan adanya peristiwa berdarah itu. Dia mengaku sedang melakukan penyelidikan. “Kami telah menerima laporan dan sekarang dalam proses penyelidikan,” ujarnya.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Joni Rizal



comments