Rabu, 17 Agustus 2022

Butuh Waktu Dua Bulan Bila Calhaj Kirim Oleh-oleh Melalui Kargo

Senin, 04 Juli 2022 | 15:17:35 WIB


Calon jamaah haji asal Provinsi Jambi
Calon jamaah haji asal Provinsi Jambi / Istimewa/Antara

MEKKAH - Calon haji bila mengirimkan oleh-oleh khas dari Tanah Suci ke kampung halaman lewat kargo harus bersabar karena butuh waktu dua bulan sampai ke Indonesia.

"Oleh-olehnya bukan barang yang cepat basi seperti baju, rantang dan lain-lain," kata Rasdiana, calon haji asal Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan ditemui di Mekkah, Senin.

Rasdiana mengaku mengirim lewat kargo karena oleh-oleh yang dibeli seberat 37 kilogram. Ia membayar sekitar 400 Saudi Riyal untuk ongkos kirim sampai ke Pinrang. Sementara bagasi jamaah sendiri dibatasi, maka kargo menjadi pilihan.

"Sebenarnya di kampung juga ada barang yang sama, tapi kita beli di sini cari berkah Tanah Suci," kata Rasdiana.

Pengiriman barang butuh waktu cukup lama hingga dua bulan karena menggunakan kapal laut. Menurut pihak kargo, Ali Jufri, sejak pandemi Covid-19 tidak ada lagi kargo lewat udara dengan pesawat, semua lewat laut.

Ali mengatakan kargo yang digelutinya bukan layanan musiman haji semata tapi juga biasa mengirimkan barang dari TKI ke Tanah Air.

Dia menjamin barang yang dikirim akan sampai langsung ke rumah. Untuk biaya pengiriman bervariasi tergantung daerah tujuan seperti Sulawesi sebesar 17 Saudi Riyal per kilogram.

Sementara untuk pengiriman ke Jakarta sebesar 7 Saudi Riyal per kilogram dan ke Batam sebesar 12 Saudi Riyal per kilogram.

Jamaah calon haji sebelumnya sudah berbelanja oleh-oleh di sekitar hotel tempat mereka menginap untuk menghemat dan mengisi waktu sebelum puncak haji.

Puncak haji, yakni wukuf di Arafah akan dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022 serta rangkaiannya mulai di Muzdhalifah hingga Mina sampai 13 Dzulhijjah.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengingatkan jamaah calon haji untuk beristirahat tiga hari sebelum puncak haji untuk memulihkan kondisi agar sehat saat di Arafah, Muzdhalifah dan Mina.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments