Selasa, 27 September 2022

Eks Manajer PT PLN SBT UPPJ Jambi Sebut Ganti Rugi Belum Tuntas

Buyung: Sebelum Zaman Eko Sudah Banyak Masalah

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:09:40 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Mantan Manajer PT PLN SBT UPPJ Jambi Eko Rahmiko mengakui adanya "kesalahan penulisan" dalam penyerahan ganti rugi tanam tumbuh pada proyek tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Bangko-Sungaipenuh.

Dihubungi melalui pesan WhatsApp dan telepon, Senin (25/7), Eko menyebut bahwa dirinya mengurus masalah tersebut pada 2019-2020. Menurutnya, tuduhan soal adanya oknum yang bermain tidak bisa dipastikan ada atau tidaknya.

Baca versi cetaknya disini

"Yang jelas, saat saya di sana pada 2019 atau 2020 semuanya clear," ujar Eko yang kini menjabat Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Sumbagsel

Hanya saja, Eko mengakui adanya kekeliruan penulisan lokasi pada dokumen kwitansi ganti rugi atas nama Maswito. "Staf kita main copy dari file jaringan Muarabulian-Sarolangun," ujarnya.

Maswito adalah salah satu penerima ganti rugi tanam tumbuh pada pekerjaan cutting dan acces road alat berat untuk span tower T.179 hingga ke T.180. Lokasinya di Desa Muara Emat, Batang Merangin, Kerinci.

Baca juga : Ganti Rugi SUTT PLN Bangko-Kerinci Janggal

Diberikan dalam tiga tahap, Maswito menerima total Rp  530 juta. Informasi didapat, tidak semua uang diterima Maswito. Ada oknum yang mengambil bagian dari ganti rugi tersebut.


Penulis: Joni Rizal
Editor: Joni Rizal



comments