Selasa, 27 September 2022

Pertama di Indonesia, Pria di Tanjab Barat Dipecat Sebagai Ayah Gara-Gara Cabuli Anak Kandung

Rabu, 27 Juli 2022 | 07:32:43 WIB


/ Metrojambi.com

KUALATUNGKAL – Untuk pertama kalinya di Indonesia, seorang ayah di Tanjungjabung Barat, AOZ (42), diputus pengadilan tidak lagi memiliki hak atas anak-anaknya. Kasus ini mencuat setelah AOZ dipidana karena mencabuli anak perempuannya sendiri, KZ (11).

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungjabung Barat Marcello Bellah dalam keterangannya, Selasa (26/7), mengatakan bahwa gugatan pembebasan hak sebagai orang tua terhadap AOZ dilakukan karena yang bersangkutan juga telah mengabaikan kewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya.

Baca versi cetaknya disini

Hukuman pemutusan hubungan orang tua tersebut diambil oleh hakim Pengadilan Negeri Kualatungkal pada Senin (25/7) lalu.  Putusan dibuat oleh majelis hakim yang terdiri dari Sangkot Lumban Tobing,  Dewi Aisyah, dan Agnes Monica.

“Menyatakan tergugat (AOZ, red) dicabut kekuasaannya sebagai orang tua, yaitu ayah dari Saudari KZ dan Saudara KHZ, namun tidak memutus hubungan darah... dan tidak menghilangkan kewajiban orang tua membiayai hidup anak-anaknya,” tulis hakim dalam amar putusan.

Marcello menegaskan, perkara gugatan “pemecatan kekuasaan orang tua” ini merupakan yang pertama di Indonesia. Karena itu, dia berharap putusan ini menjadi yurisprudensi dalam penegakan hukum di Tanah Air.

Dijelaskannya, pada 8 Februari 2022, AOZ divonis hukuman 17 tahun penjara atas perbuatannya mencabuli anak kandungnya sendiri, KZ, yang masih di bawah umur. KZ mengalami trauma psikis atas kelakuan buruk ayahnya itu.

Baca juga : Panitia HAN Tanjab Barat Diduga Lakukan Pungli ke Peserta

Selain itu, KZ dan seorang saudaranya, KHZ, tidak pernah disekolahkan oleh AOZ padahal sudah melewati usia wajib sekolah. Karena itu, kata Marcello, pemerintah melalui kejaksaan menggunakan kewenangan untuk menjamin pemeliharaan dan pendidikan anak-anak tersebut.


Penulis: Eko Siswono/Sahrial
Editor: Joni Rizal



comments