Senin, 6 Februari 2023

Hingga Juli, 996 Hotspot Terpantau di Jambi

Senin, 08 Agustus 2022 | 13:19:01 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Hingga akhir Juli 2022, sebanyak 996 titik panas atau hotspot terpantau di Jambi. Kepala BMKG Jambi Ibnu Sulistyono mengatakan, ratusan titik hotspot tersebut terbanyak terpantau di Kabupaten Merangin, Tanjab Barat, dan Sarolangun.

Ibnu mengatakan, untuk bulan Agustus ini masih harus patut diwaspadai karena menjadi puncak musim kemarau.

"Sampai sekarang ini masih harus diwaspadai timbulnya hotspot, karena bulan Agustus ini menjadi puncak musim kemarau," kata Ibnu Senin (8/8/2022).

Lanjut Ibnu, pada bulan September mendatang ini karena BMKG mempunyai data Indeks kesesuaian titik Hotspot itu ada potensi tinggi titik panas di Provinsi Jambi, khususnya Jambi bagian timur Provinsi Jambi, seperti Tanjab Barat dan Tanjab Timur serta Muarojambi.

"Untuk titik Hotspot di Jambi masih dipengaruhi alam, alam masih mendukung untuk tidak terjadinya hotspot dan seterusnya. Namun nanti kalau kondisi alam tidak mendukung Hotspot akan lebih tinggi. Sehingga masyarakat harus mewaspadai atau harus belajar seperti alam ini. Dengan kondisi alam yang dingin seperti ini dapat mempengaruhi jumlah hotspot yang ada di Jambi," bebernya.

Disinggung terkait keterbukaan hutan di Jambi, dimana di Jambi banyak hutan yang gundul akibat ulah manusia apakah mempengaruhi titik hotspot di Jambi?. Ibnu menegaskan untuk titik Hotspot timbul karena ulah daripada manusia.

"99 persen Hotspot itu timbul dari manusia dan satu persen dari alam atau iklim," tandasnya


Penulis: Tri Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments