Kamis, 6 Oktober 2022

Bimtek Kades Se-Kabupaten Kerinci di Bandung Menjadi Sorotan

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:06:49 WIB


/ Metrojambi.com/ist

 KERINCI - Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) atau pelatihan pengelolaan aset desa yang dilaksanakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kabupaten Kerinci dan diikuti oleh kepala desa dan Sekdes yang ada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi menjadi sorotan publik.

Bimtek yang diselenggarakan di Bandung itu dikabarkan menelan dana Rp 2 miliar. Hal ini diketahui dengan jumlah uang yang disetor setiap desa sebesar Rp 7 juta. Dengan jumlah desa 285 dan 2 kelurahan, kegiatan tersebut dinilai mubazir atau hanya menghamburkan uang saja.

Wajar saja kegiatan yang diselenggarakan BKAD ini disebut tidak rasional dilakukan di tengah pemerintah sedang proses pemulihan ekonomi daerah.

"Beberapa kades merasa menjadi korban. Sebab bimtek yang dilaksanakan terkesan memaksa para kades untuk mengikutinya," kata sumber Metrojambi.com, Selasa (28/6).

Sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu menambahkan, kegiatan bimtek terkesan mencari keuntungan untuk penyelenggara. “Setiap desa bayar Rp 7 juta untuk bimtek. Jika ditotalkan lebih kurang 2 miliar,” ujar sumber.

Masih menurut sumber, penyelenggara BKAD semuanya petinggi APDESI Kabupaten Kerinci, sehingga diduga ada unsur pemaksaan agar semua Desa harus mengikuti Bimtek.

“BKAD penyelanggara, tapi dilihat panitia pelaksana petinggi APDESI Kabupaten Kerinci,” kata sumber.

Sumber juga berharap pemerintah daerah Kabupaten Kerinci untuk kembali mengkaji ulang atas kebijakan mereka. Menurutnya terlalu sering melaksanakan bimtek itu bukan untuk memperbaiki cara kerja kepala desa, malah akan menjadi beban pikiran yang harus mereka pertanggung jawabkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat (Pemdes) Kabupaten Kerinci, Syahril Hayadi belum lama ini membenarkan kades se-kabupaten Kerinci mengelar Bimtek di Bandung, Jawa Barat. "Satu desa dua orang perwakilan yakni Kades dan operator desa," sebutnya.

Kadis Pemdes menyebutkan selain Kades dan Operator Desa yang hadir, pihaknya tidak menerima dan akan dipulangkan kembali ke Kerinci. "Jika tidak Kades dan operator yang hadir, nantinya mereka tidak mengerti apa yang disampaikan pada saat Bimtek," ungkapnya.

Syahril menambahkan untuk penyelenggaraan Bimtek dari BKAD atau swakelola Kades, tidak dipihak ketigakan. "Setiap kegiatan kita tidak melibatkan pihak ketiga, kita serahkan kepada BKAD dan Apdesi," tutupnya.

Sementara itu, Abd Rahman sekretaris panitia pelaksana saat dikonfirmasi, “Bukan APDESI, tapi BKAD,” singkatnya.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments