Senin, 3 Oktober 2022

Istri Sambo Tak Kooperatif, LPSK Pertimbangkan Tolak Beri Perlindungan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:38:44 WIB


/ Metrojambi.com

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan tidak bisa menggali banyak informasi dari istri Irjen Polisi Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Di hadapan tim LPSK, Putri irit bicara dan kurang merespons.

"LPSK merasa, ya, memang kurang kooperatif ibu ini," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo kepaa media di Jakarta, Rabu (10/8).

Baca versi cetaknya disini

Hasto mengatakan, LPSK telah dua kali bertemu langsung Putri untuk melakukan asesmen dan investigasi terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Jumat, 8 Juli 2022.

Baca juga : Sambo Menembak Berkali-Kali: Pakai Pistol Brigadir Yosua untuk Rekayasa Kasus Pembunuhan

Namun, dari dua pertemuan itu, Putri tidak memberikan keterangan apa pun kepada LPSK. Jika Putri Candrawathi tetap tidak kooperatif, kata dia, besar kemungkinan LPSK akan membatalkan permohonan perlindungan yang diajukannya.

Hanya saja, "kalau misalnya suatu saat Ibu P (Putri Candrawathi) merasa masih memerlukan perlindungan, ya, bisa ajukan lagi," tambah Hasto.

Terpisah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta dukungan dari Komnas Perempuan untuk penyelidikan dan pendalaman kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan Putri.

Baca juga : Gali Motif Pembunuhan Brigadir Yosua, Timsus Periksa Putri Candrawathi

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pelibatan dan dukungan dari Komnas Perempuan adalah untuk mengedepankan standar hak asasi, norma hak asasi, dan sensitivitas terhadap korban.


Penulis: ant
Editor: Joni Rizal



comments