Kamis, 6 Oktober 2022

Siswi Kelahi Ditonton Ramai-ramai, DPRD Minta Kadis Pendidikan dan Kepsek Mundur

Selasa, 18 Januari 2022 | 07:35:52 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 MUARABUNGO - Dunia pendidikan Bungo tercoreng. Video dua siswi SMP berkelahi viral di jagad maya. Warga meminta Dinas Pendidikan daerah itu bertindak tegas agar kejadian memalukan tersebut tidak terulang.

Video perkelahian yang beredar berdurasi 59 detik. Tampak di dalam video dua siswi yang diduga dari SMPN 2 Pelayang berkelahi di atas rumput. Salah satu siswi mengenakan baju pramuka dan celana olahraga atau training ungu.

Siswi satunya mengenakan celana training oranye dan baju putih. Si baju pramuka tampak geram menindih dan menghajar si celana oranye sejadinya. Dia juga memukul lawannya dengan membabi buta.

Tak sampai di situ. Si baju pramuka itu kemudian menjambak rambut siswi yang ditindihnya dengan sangat kencang. Ramai siswa-siswi lain menyaksikan, namun tidak satu pun yang melerai.

Justru mereka seperti memberi semangat dalam bahasa daerah kepada kedua siswi yang berkelahi itu. Si baju pramuka kian menjadi-jadi. Tangan kiri menjambak, tangan kanan memukul.

Si celana oranye tidak membalas sama sekali. Dia hanya berusaha melindungi wajah dan kepalanya dari pukulan di baju pramuka.

Sebagian penonton juga mengenakan celana training ungu dan baju pramuka. Yang lainnya mengenakan celana oranye. Sebagian besar mengenakan seragam pramuka lengkap.

Setelah beberapa saat lamanya perkelahian berlangsung, ada suara siswa pria, “Lah..., lah..., lah...”. Sepertinya dia meminta perkelahian dihentikan. Namun hingga video berakhir perkelahian masih berlangsung.

Ini kejadian ke sekian perkelahian peserta didik sekolah yang meresahkan warga dan para orang tua. Kejadian sebelumnya sampai menyebabkan seorang siswa dilarikan ke rumah sakit di Sumatera Barat.

Dia mengalami cidera di bagian kepala. Belum ada informasi adanya tindakan tegas dari pihak berwenangan terhadap para siswa “nakal” tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Bungo Masril belum bisa dikonfirmasi. Sekretarisnya, Marjohan, menolak memberikan komentar. Dia meminta untuk menghubungi kepala sekolah.

“Saya belum dapat informasi terkait hal itu. Konfirmasi langsung dengan kepala dinas bae,” kata Marjohan, Senin (17/1).

Usai mencari tahu kejadian tersebut, Marjohan langsung menghubungi korwil dan kepala sekolah yang diduga asal kedua siswi yang berkelahi tersebut. Hanya saja, dia tidak mendapatkan informasi detail.

“Kejadian memang ada. Sudah dilaporkan ke kadis. Makanya konfirmasi langsung sama kadis saja,” imbuh Marjohan.

Seorang warga, Yanto, menyebut bahwa perkelahian tersebut terjadi pekan lalu, namun videonya baru tersebar pekan ini. Yanto sendiri sudah melihat video memalukan sekaligus membuat miris tersebut.

“Ini sudah tidak beres lagi. Kadis Pendidikan harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” ujar Yanto.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Bungo Muhammad Zadjius mengaku belum mendapat laporan soal kasus tersebut.  “Belum dapat kabar kami. Besok pagi kami akan turun untuk memastikan kasus tersebut,” ujarnya.

Anggota DPRB Bungo Darmawan meminta Dinas Pendidikan meningkatkan pengawasan terhadap siswa. “Kadis harus sering turun ke lapangan untuk memantau sekolah. Kepala sekolah dan guru harus tegas terhadap siswa,” ujarnya.

Dia meminta pihak sekolah memberi sanksi kepada siswa dan Dinas Pendidikan memberi sanksi kepada kepala sekolah. “Sebab, kepala sekolah tidak mau tahu kemana anak-anak usai belajar. Memang bukan tugas sekolah, tetapi etikanya tetap menjadi pengawasan sekolah,”  katanya.

Secara keseluruhan Darmawan meminta Bupati mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan saat ini. Jika memang tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Bungo, kata dia, sebaiknya Kadis diminta mengundurkan diri.

“Kita pertanyakan kinerjanya. Dalam waktu berdekatan sudah beberapa kali terjadi perkelahian anak sekolah di Bungo. Kalau tidak mampu, Kadis Pendidikan dan Kepsek yang terlibat silakan mundur saja,” tutupnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments