Kamis, 29 September 2022

Asad Isma Siap Pimpin Unbari

Dapat Rekomendasi dari Gubernur Al Haris

Kamis, 07 April 2022 | 05:59:22 WIB


Asad Isma
Asad Isma /

 JAMBI - Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Asad Isma dikabarkan didukung Gubernur Jambi Al Haris untuk memimpin Universitas Batanghari. Asad sendiri menyatakan siap memimpin universitas swasta yang sedang bermasalah itu.

Dihubungi Metro Jambi pada Rabu (6/4), Asad Isma mengaku belum mendapat pemberitahuan soal kabar penunjukan dirinya sebagai Rektor Unbari. “Dak tau jugo abang,” ujarnya dengan logat khas Jambi.

Bila memang ada penunjukkan dirinya menjadi Rektor Unbari, lanjut dia, maka itu bukan atas permintaan dirinya. Dia adalah orang yang diusulkan. “Harus diluruskan,” kata penyandang gelar doktor ini.

Bila memang benar dia direkomendasikan oleh Gubernur Jambi untuk memimpin Unbari yang sedang mengalami dualisme, dia mengaku akan meminta izin terlebih dulu dengan Rektor UIN STS Jambi.

“Tetap minta izin dengan atasan, Rektor UIN, karena bagaimana pun Unbari merupakan aset daerah Jambi,” jelas dosen yang sudah beberapa kali mencalonkan diri sebagai Bupati Sarolangun ini.

Ditanya lagi apakah pernah diberitahu soal namanya akan diusulkan menjadi Rektor Unbari, Asad membenarkan. “Gubernur ada (memberitahu). Kami juga sering koordinasi banyak hal,” ujarnya.

Asad mengaku diberi tahu pada 22 Maret 2022 lalu. “Selagi mampu kita jalankan, kita diusulkan,” pungkasnya.

Gubernur Jambi Al Haris dikabarkan merekomendasi Asad Isma untuk menjadi Rektor Universitas Batanghari. Salinan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  Wilayah X itu beredar luas di sejumlah kalangan, Rabu (6/4).

Hanya saja, sejumlah pihak di kalangan Pemprov menolak mengkonfirmasi kebenaran surat tersebut. Kepala biro Hukum Setda Provinsi Jambi M Ali Zaini mengaku tidak mengetahui rekomendasi tersebut.

Padahal, selaku Kepala Biro Hukum, Ali masuk ke dalam Tim Khusus Pemprov Jambi untuk penyelesaian dualisme kepemimpinan di Unbari.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah  Provinsi Jambi Sudirman juga menyatakan tidak tahu. Dia meminta Metro Jambi mengcek ke Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi.

“Tolong dicek ke Karo Adpim, adakah usulan atau rekom Pak Gubernur ke LL Dikti,” sebutnya via aplikasi pesan WhatsApp.

Di waktu berbeda, Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Jambi Tandri Adinegara juga mengaku tidak mengetahui adanya rekomendasi Gubernur untuk penunjukkan Asad Isma sebagai rektor Unbari.

Namun, ia mengaku bahwa pembuatan surat rekomendasi tersebut dilakukan di biro yang dipimpinya. “Walaupun nomornya sama saya, tapi belum diserahkan,” katanya.

Diakuinya, Biro Adpim diminta membuatkan surat rekomendasi, tetapi belum diteruskan karena diminta untuk ditelaah kembali. “Saya belum melihat suratnya,” pungkasnya.

Dalam salinan file berekstensi Pdf yang beredar di sejumlah kalangan dan didapat Metro Jambi, surat rekomendasi Al Haris untuk Asad Isma dibuat dengan nomor S-050/SETDA-ADPIM -2.3/III/2022. Dalam surat bersifat penting itu tertulis perihal rekomendasi.

Hanya saja, surat yang ditujukan kepada LL Dikti yang berkantor di Padang tersebut belum dibubuhi tanggal.

“Pemerintah Provinsi Jambi memberikan rekomendasi kepada Dr Asad Isma MPd..., pekerjaan Wakil Rektor UIN STS Jambi.” Demikian di antara isi surat Gubernur.

Para pihak di Unbari meminta fasilitasi kepada Gubernur Jambi untu menyelesaikan dualisme kepemimpinan. Senat Perguruan Tinggi memutuskan memperpanjangan masa jabatan rektor lama, Fahruddin Razi.

Sementara Yayasan Pendidikan Jambi pimpinan Camelia Puji Astuti, yang membawahkan Unbari, menunjuk Dr Yunan sebagai pelaksana tugas (Plt).

Setelah berpolemik, Senat sempat mengusulkan dua nama baru, yakni Prof Bahri dan Dr Muslih,  namun ditolak oleh LL Dikti. Kemudian diusulkan lagi nama Asad Isma dan Dr Arsyad, dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi.


Penulis: chy/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments