Minggu, 4 Desember 2022

Pemkot Jambi Siapkan Langkah Atasi Inflasi

Senin, 05 September 2022 | 14:40:26 WIB


Wakil Walikota Jambi, Maulana
Wakil Walikota Jambi, Maulana / dok/metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan upaya untuk penanganan tingginya inflasi di Kota Jambi saat ini.

Beberapa langkah sudah diambil untuk penanganan jangka pendek. Diketahui, Kota Jambi telah membentuk tiga komponen untuk mengatasi inflasi. 

"Diantaranya terkait supply and demand dari semua bahan kebutuhan pokok. Sudah dibentuk tim untuk itu, yakni Disperindag dan OPD terkait lainnya," ujar Wakil Walikota Jambi, Maulana.

Ia mengatakan jika pihaknya sudah membreakdown problem yang ada, yakni terkait ketersediaan barang dengan kebutuhan masyarakat. "Tim ini sudah dibentuk, termasuk didalamnya penegak hukum. Nanti akan memonitor di Pasar Induk Talang Gulo," imbuhnya.

Dicontohkannya, seperti kebutuhan cabai. Harga cabai sudah bisa diketahui saat stok masuk pada malam hari di Pasar Induk Talang Gulo. "Malamnya dipantau, jadi bisa diketahui pada besoknya harga naik atau turun. Dilihat dari jumlah pasokan, cukup atau tidak," katanya.

Perlu diketahui, jika kebutuhan cabai kota Jambi 16 ton per hari. Jika hanya 13 ton dipasok, berarti kurang maka tentu akan naik harganya.

Untuk hal itu Maulana mengatakan, pihaknya juga menjajaki kerjasama dengan Kabupaten Kerinci terkait pemenuhan kebutuhan Kota Jambi itu. "Ini kita masih menjajaki, apakah Kerinci sanggup atau tidak," kata Maulana.

Kemudian Maulana menyebutkan, jika pelaku usaha tidak bisa mengatasi pemenuhan kebutuhan, maka pihaknya juga sudah menyiapkan langkah selanjutnya yakni, truk milik TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub akan digunakan untuk mengangkut kebutahan dari daerah kerjasama dengan tujuan supaya menjamin ketersediaan.

Selain itu, Pemkot Jambi juga berupaya meningkatkan daya beli masyarakat. Yang dilakukan yakni menyalurkan segera bantuan yang ada pada OPD di Pemkot Jambi yang memiliki dana bantuan. "Kemudian juga ada dana pusat yang sudah kita jajaki. Ada subsibi upah dari pusat sebesar Rp600 ribu," katanya.

Sementara itu, ada intruksi pusat terkait penggunaan DAU yang diambil 2 persen untuk bantuan masyarakat terdampak langsung inflasi ini. "Juga ada dari APBD melalui dana biaya tidak terduga (BTT). Itu semua sudah disiapkan. Eksekusinya tinggal menuggu juknis pusat. Itulah upaya langkah pendek kita," tandasnya.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments