Jumat, 9 Desember 2022

Kuasa Hukum Duga Ada Motif Dendam di Balik Kematian Kekey

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:47:28 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Kuasa hukum menduga ada motif dendam di balik kematian Kekey, bocah empat tahun yang ditemukan tewas dalam septic tank instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal tidak jauh dari rumah orang tuanya di RT 18 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi.

"Ini sudah jelas kasus pembunuhan, bukan penculikan. Untuk motif, nanti penyidik yang menentukan," kata Ferdi, kuasa hukum keluarga Kekey, Rabu (10/8/2022).

Baca juga : Ada Bukti Baru Kematian Kekey, Kuasa Hukum Sampaikan Rekaman CCTV dan Saksi Tambahan

Meski belum terungkap, Ferdi mengatakan diduga ada motif dendam di balik pembunuhan terhasap Kekey. Menurutnya, Kekey meninggal dengan kondisi usus yang terburai, leher patah dan struktur tubuh rusak.

"Artinya ini memang ada motif dengan sengaja, yaitu dendam. Ini lagi didalami, sudah saya sampaikan kepada penyidik," ujarnya.

Soal hasil dari autopsi pada jenazah Kekey, kuasa hukum sebut belum menerimanya. "Informasi dari pihak keluarga hasil autopsi itu ada indikasinya. Duburnya rusak, dan usus itu keluar dari dalam kelamin korban," kata Ferdi.

Baca juga : Warga Resah Kasus Pembunuhan Kekey Belum Terungkap

Ia menyampaikan, kematian Kekey kemungkinan ada indikasi pelecehan seksual. "Tapi itu nanti secara tim ahli yang akan menjelaskan secara detail nanti di persidangan. Kita memang harus betul- betul detail secara ilmiah. Polri mengungkap kasus ini secara benar," sebut Ferdi.

Dikatakannya lagi, semua harus menghormati, dan pihaknya sebagai kuasa hukum keluarg Kekey terus mengawal, agar pihak keluarga tidak melakukan hal-hal di luar hukum dan pihaknya juga memberikan nasihat kepada keluarga Kekey.

Baca juga : Serahkan Bukti, Kuasa Hukum Harap Polisi Segera Tetapkan Tersangka Pembunuhan Kekey

Ditambahkan, kondisi ibunda Kekey sangat terpukul atas musibah yang menimpa anaknya itu. "Trauma. Saat ini masih dalam proses pemulihan," tandasnya. 


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments