Minggu, 27 November 2022

KPK Masih Fokus Suap Ketok Palu, Belum Garap Bupati Muarojambi Masnah Busro

Senin, 11 April 2022 | 08:06:08 WIB


Bupati Muarojambi Masnah Busro
Bupati Muarojambi Masnah Busro /

JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masih fokus menggarap kasus suap ketok palu APBD Provinsi Jambi 2017-2018 yang hingga kini belum tuntas. Karena itu, penyidik KPK belum menggarap indikasi aliran-aliran dana yang terungkap dari para terdakwa ke sejumlah pihak.

Salah satu terdakwa yang masih dalam persidangan adalah mantan asisten pribadi Zumi Zola, Apif Firmansyah. Anggota DPRD Provinsi Jambi asal Tanjab Timur itu terakhir menjalani persidangan pada Kamis pekan lalu.

Ditanyai usai sidang, jaksa KPK Rahmad Hidayat mengaku belum membahas soal gratifikasi yang antara lain menyeret nama Bupati Muarojambi Masnah Busro dan wakilnya, Bambang Bayu Suseno. Dalam dakwaan untuk Apif, keduanya disebut menerima Rp 8,8 miliar untuk dan sosialisasi dan kampanye.

“Ini masalah suap ketok palu, belum membahas aliran dana dari siapa untuk siapa. Ini khusus pembuktian uang ketok palu, masalah gratifikasinya belum,” tegas Rahmad Hidayat.

Bagaimana dengan indikasi gratifikasi ke Masnah seperti disebut dalam dakwaan Apif Firmansyah? Kata Rahmad, pihaknya akan berusaha membuktikannya.

“Kami berusaha membuktikan mengenai apa yang didakwakan, sebab apa keterangan saksi nanti, kita kan belum tahu. Jadi lihat keterangan saksi nanti,” kata Rahmad. Namun, dia tidak mengungkap siapa saksi tersebut.

Nama Masnah empat kali disebut dalam surat dakwaan Apif. Sejak proses penyidikan, politisi yang kini menjabat Ketua DPD PAN Muarojambi itu sudah beberapa kali dipanggil tim penyidik anti rasuah itu sebagai saksi.

Dalam dakwaan dirincikan, atas persetujuan Zumi Zola Zulkifli pada Februari 2017 (saat itu Zola Gubernur Jambi dan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi) uang Rp 3,3 miliar digunakan untuk pemenangan Masnah Busro-Bambang Bayu Suseno (BBS). Pasangan ini diusung PAN.

Selanjutnya, masih 2017, atas permintaan Zola lagi, dibayarkan Rp 260 juta sewa rental 10 unit mobil Mitsubishi Triton untuk sosialisasi pasangan Masnah-BBS. Ada pula pengeluaran Rp 200 juta untuk pembayaran baju gamis –juga dalam rangka sosialisasi pasangan Masnah-BBS.

Pada awal 2017, jaksa KPK menuliskan, Apif menerima Rp 5 miliar dari rekanan. “Yang dipergunakan untuk membiayai kampanye pasangan calon bupati Muarojambi Masnah dan Bambang Bayu Suseno yang didukung Zumi Zola Zulkifli.”

Masnah sendiri hingga kini belum bisa dimintai tanggapan soal dakwaan untuk Apif yang menyeret namanya. Kepala Dinas Kominfo Muarojambi Fauzi Darwas tidak merespon permintaan konfirmasi Metro Jambi. Pesan yang dikirim ke WhatsApp-nya hanya dibaca saja.

Dalam dakwaan disebutkan juga bahwa Apif bersama-sama Zumi Zola menerima gratifikasi total Rp 34,6 miliar. Sebanyak 18 saksi sudah dihadirkan ke persidangan untuk membuktikan keterlibatan Apif tersebut.

Pada persidangan Kamis (7/4) pekan lalu, hakim Yandri Roni mengingatkan agar saksi memberi keterangan apa adanya. Sebab, tegasnya, sidang kasus ketok palu sudah digelar berkali-kali dan sudah jelas ceritanya.

“Semua sudah jelas ceritanya. Tinggal kami melihat bagaimana kalian menyampaikannya. Sampaikan saja apa adanya, jangan sini beda situ beda. Terlalu banyak yang ditutupi, terlalu banyak bohongnya,” kata Yandri kepada para saksi.

Yandri juga mengingatkan agar para saksi tak bosan-bosan dipanggil untuk dimintai keterangan. Sebab, “perkara ketok palu ini bak cerita Wiro Sableng. Ceritanya bersambung-sambung terus,” katanya.


Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments