Selasa, 31 Januari 2023

Al Haris Serahkan Ganti Untung Jalan Tol Trans Sumatera

Senin, 14 November 2022 | 06:57:05 WIB


Gubernur Al Haris menyerahkan secara simbolis uang ganti untung atas lahan warga untuk pembangunan jalan tol di Muarojambi, Senin (14/11/2022).
Gubernur Al Haris menyerahkan secara simbolis uang ganti untung atas lahan warga untuk pembangunan jalan tol di Muarojambi, Senin (14/11/2022). / Metrojambi.com

JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan secara simbolis uang ganti untung atas lahan pembangunan jalan Tol Jambi-Betung di Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Senin, (14/11/2022).

Al Haris menyebutkan, ada 52 warga yang mendapatkan ganti untung atas 72 bidang tanah. Total dana yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp 13,9 miliar.

“Ini adalah kemajuan bagi kita Provinsi Jambi. Ini adalah tahapan awal dan kita berharap bahwa tahapan selanjutnya akan segera berlangsung,” katanya.

Menurut Al Haris, penyerahan ganti untung ini adalah untuk lahan jalan tol sepanjang 33 kilometer, sehingga tinggal 30 kilometer lagi yang belum diganti untung. Al Haris menegaskan, pihaknya akan mempercepat proses ini.

“Pastinya kita ucapkan terimakasih dan kita minta masyarakat yang tanahnya dapat ganti untung ini agar membantu pemerintah, mengawal agar tidak ada pihak lain yang berusaha menghambat proses ini,” tambahnya.

Ditambahkan Gubernur, pemerintah menargetkan bahwa pengerjaan jalan tol Jambi-Betung ini akan selesai pada akhir 2024 mendatang.

“Ini adalah arahan langsung dari Bapak Presiden agar akhir 2024 sudah bisa dinikmati masyarakat kita. Nantinya angkutan barang dan orang menjadi lancar, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kita,” katanya.

Hadir dalam kegiatan ini, Dirjen Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Kepala BPN Jambi, Plt BPJN Jambi dan unsur Forkopimda.

Salah satu masyarakat Sungai Landai yang menerima ganti untung, Surono, menyatakan bersyukur tanahnya yang ditumbuhi pohon karet dan sawit dilewati pembangunan jalan tol. Tanah seluas 1,1 hektar miliknya diganti untung oleh pemerintah senilai Rp 763.548.000.

“Besar ganti untungnya karena ada bangunan rumah dan bangunan masjid. Dan sebagian ada tanaman sawit dan karet,” katanya. Dengan uang ganti untung, Surono berencana mencari tanah penganti. “Untuk pandangan tanah sudah ada, tetapi masih nunggu pencairan baru kita beli,” katanya

Dia mengatakan, lokasi tanahnya masuk sekitar 10 km dari jalan lintas, namun masih di Kecamatan Mestong, Muarojambi.

Menurut dia, ganti untung ini bukan ganti rugi karena pasaran harga tanah di Sungai Landai sekitar Rp 130 juta per hektar bila berisi sawit usia tiga tahun Untuk kebun karet hanya Rp 80 juta per hektar.


Penulis: Tri Suratno
Editor: Joni Rizal



comments