Sabtu, 4 Februari 2023

Pemprov Jambi Minta Kementerian ESDM Cairkan CSR Perusahaan Batubara

Kamis, 17 November 2022 | 11:47:01 WIB


Kemacetan parah di Jalan Lintas Muaratembesi-Muarabulian akibat truk batu bara beberapa waktu lalu
Kemacetan parah di Jalan Lintas Muaratembesi-Muarabulian akibat truk batu bara beberapa waktu lalu / dok/Metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengajukan proposal kepada Kementerian ESDM untuk mencairkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan batubara di Provinsi Jambi.

"Hal itu menindaklanjuti permasalahan angkutan batubara di Jambi, maka Pemprov Jambi mengajukan proposal kepada Kementerian ESDM untuk mendapatkan dana CSR dari perusahaan batubara di Jambi," kata Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Kamis.

Pihak Pemprov Jambi sudah melakukan rapat terkait tindak lanjut tim untuk turun kelapangan beberapa waktu lalu, dimana warga di Kabupaten Batanghari menuntut untuk perbaikan jalan di wilayahnya.

Pihak Pemprov Jambi pun sudah mengadukan permasalahan yang terjadi di Jambi akibat angkutan batubara.

"Kemacetan sudah sangat parah dan memunculkan kemarahan masyarakat dan salah satu solusi yang disampaikan oleh Kementerian ESDM maka Pemprov mengajukan proposal untuk memperoleh dana CSR tersebut untuk memperbaiki jalan tersebut," katanya.

Nantinya proposal tersebut disampaikan ke Kementerian ESDM dan pihak kementerian akan memanggil pihak perusahaan batubara di Jambi untuk mendukung alokasi anggaran dana CSR.

"Anggaran yang pertama diperuntukan bagi perbaikan jalan, bisa jalan nasional, provinsi maupun kabupaten," katanya.

Saat ini tim memetakan dimana saja jalan yang dilalui oleh angkutan batubara yang rusak parah dan nantinya dana CSR tersebut akan mengalokasikan dana untuk jangka pendek sampai Desember 2022 menambal jalan yang berlubang.

"Dan nanti akan mengalokasikan kembali anggaran pada 2023," kata Sudirman.

Agar pekerjaan tersebut terealisasi, Pemprov Jambi segera mengajukan proposal kepada Kementerian ESDM dan memberikan hasil pemetaan jalan mana saja yang rusak parah dan perlu perbaikan.

"Kebutuhan berapa anggarannya, nanti akan rapat terlebih dahulu dimana yang rusak dan akan ketahuan berapa alokasi yang diperlukan, untuk sampai Desember 2022," katanya.

Diutamakan jalan yang dilalui oleh batubara dari Tebo - Sarolangun - Batanghari - Muarojambi hingga Kota Jambi dan untuk jangka pendeknya perbaikan jalan yang berlubang kalau untuk aspal baru diharapkan pada pada 2023.

"Kalau dana CSR bisa diperuntukkan jalan nasional, provinsi atau kabupaten yang intinya jalur arus lintas yang tidak memunculkan kerugian masyarakat," kata Sudirman.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments