Minggu, 29 Januari 2023

Harga Beras Premium Ikut Naik Imbas Kenaikan Harga BBM

Senin, 26 September 2022 | 08:12:44 WIB


/ dok/metrojambi.com

JAMBI - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidu berdampak terhadap harga beras premium di Jambi.

Kabid Pengembangan Perdagangan Desperindag Provinsi Jambi Harmadeli mengatakan, akibat kenaikan BBM harga beras premium di Jambi naik Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram.

Baca versi cetaknya disini

"Ini kan beras lremium. Misalkan harganya Rp 12.500, kini menjadi Rp 12.800 per kilo," katanya kepada Metro Jambi, Minggu (25/9/2022).

Dia mengaku kenaikan harfa tersebut disebabkan imbas dari kenaikan harga BBM. "Beras premium kita itu berasal dari luar Jambi seperti Pelembang dan Jawa. Dengan naiknya harga BBM, berpengaruh dengan harga beras premium di Jambi," bebernya.

Manager Supply Chain dan Pelayanan Perum Bulog Jambi, Lutfi juga membenarkan harga beras premium di Jambi naik. Sedangkan beras medium harganya masih stabil.

Untuk stok, Lutfi mengatakan di Bulog Jambi masih ada sekitar 5.000 ton beras medium, dan stok tersebut diklaim dapat mencukupi kebutuhan beras waega Jambi selama empat bulan kedepan.

Baca juga : Menko Airlangga Tegaskan Konversi Kompor Tiga Kg ke Listrik Tidak Tahun Ini

"Premium juga kita ada stok 200 ton. Kita jual murah Rp 10.600 per kilogram. Sedangkan beras medium jual Rp 8.600 per kilogram," katanya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jambi Sudirman juga membenarkan adanya kenaikan harga beras premium di Jambi. Dia beralasan karena beras Premium banyak diminati oleh masyarakat Jambi.

"Seperti beras King, Belida, Anggur, dan lainnya. Konsumsi masyarakat yang tinggi terhadap beras premium ini terjadi di dua pasar yaitu Pasar Angsoduo dan Pasar Talangbanjar," kata Sudirman.

Sementara upaya pemerintah untuk menstabilkan harga beras premiun di Jambi sudah dilakukan dengan melakukan operasi pasar yang bekerja sama dengan Bulog, BPS dan Bank Indonesia.

"Mereka menjual beras medium yang sama kualitasnya dengan beras premium melalui mekanisme subsidi kepada penjual. Pak Gubernur juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk ASN melalui tunjangan berasnya membeli beras premium atau medium," katanya.

Sudirman juga memastikan, untuk stok beras premium di Jambi cukup, tidak ada masalah dengan persediaan beras di Jambi.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan telah membuat surat edaran terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli beras lokal.

"Kita sudah buat edaran pada ASN, kita mengurangi daya beli masyarakat ke beras premium karena beras hari ini yang harganya bervariasi adalah beras kualitas premium sedang kualitas medium masih bagus harganya, terjangkau dan yang sering ada kenaikan mendadak itu beras premium," kata Al Haris, kepada Metro Jambi belum lama ini.

Untuk itu, kata Al Haris, ASN lingkup provinsi Jambi dihimbau untuk membeli beras lokal, sebagai upaya mengurangi belanja beras kualitas premium.

"Kami mengharapkan ASN yang jumlahnya ribuan ini untuk membeli beras lokal, untuk mengurangi belanja ke beras premium, ketika mereka beli beras lokal, harganya bisa lebih murah dari beras premium," lanjutnya.

Dengan kenaikan harga Beras Premium tersebut juga dikeluhkan oleh emak emak di Jambi, salah satunya Marni, warga Desa Giriwinangun, kabupaten Tebo.

Kepada Metro Jambi dia mengaku, Beras Premium naik hingga Rp 4.000 per 5 Kg. "Biasanya kalau beli beras Dua Lele, harganya Rp 56 ribu saat ini menjadi Rp 60 ribu per kemasan 5 Kg," tutupnya.

Dia mengaku dengan ekonomi yang saat ini masih sulit dan harga karet makin turun, kenaikan tersebut sangat memberatkan.


Penulis: Tri Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments