Sabtu, 4 Februari 2023

PT BNI Bersama Bea Cukai Jambi Lepas Ekspor 72 Ton Pinang ke Bangladesh

Selasa, 06 Desember 2022 | 15:14:07 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - PT Batanghari Nusantara Indonesia (BNI) bersama Bea Cukai Jambi pada Selasa (6/12/2022) pagi melepas ekspor perdana buah pinang ke Chitagong- Bangladesh.

Ada sebanyak 72 ton pinang yang merupakan hasil produk UMKm masyarakat di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) yang diekspor melalui Pelabuhan Talangduku, Kabupaten Muarojambi.

Plh Kepala Kantor Bea Cukai Jambi Esther Ewita Ria Simanjuntak mengatakan, pinang merupakan komoditi Jambi yang menempati urutan ke delapan tertinggi ekspor.

"Ini nilainya sampai dengan Oktober itu 67,98 juta USD. Jadi sangat mendukung perekonomian di Provinsi Jambi," kata Esther.

Ditambahkan Esther, pihaknya juga mempunyai tim klinik ekspor, melakukan asistensi edukasi. Bea Cukai jambi juga sebagai fasilitator serta asistensi kepada pelaku industri dan UMKM.

"Jadi peranan itu fungsinya kita laksanakan. Kita bekerjasama dengan sinergi dengan instansi terkait yang kemudian kita mendukung dan kita mengembangkan serta mengedukasi petani-petani. Tidak juga terlepas dari peranan perusahaan dalam hal ini PT Batanghari Nusantara Indonesia," bebernya.

Sementara itu, Badan Karantina Pertanian Provinsi Jambi N. Prayatno Ginting mengatakan, pinang produk umum masyarakat Provinsi Jambi yang banyak ditemui di wilayah pesisir.

"Masyarakat kita ini sudah pada umumnya nenek- nenek moyang kita itu sudah menanam pinang. Jadi berbicara pinang sudah baik di masyarakat. Hanya bagaimana pasarnya ke dalam domestik atau di luar negeri," katanya.

Ditambahkan Ginting, pinang ini ada beberapa jenis penyakit yang dicegah keluar. "Karena negara luar biasanya meminta clear dari alfath locsin. Penyakit ini tidak boleh terikut dari Jambi, khususnya," terangnya.

Dari pihak Balai Karantina sendiri akan mengedukasi kepada seluruh pengusaha pinang, khususnya PT Batanghari Nusantara Indonesia pihaknya telah menyampaikan untuk memasukan ke Laboratorium Karantina.

"Sehingga hasilnya akan clear tidak ditemukan alfath locsin, siap di kirim ke luar," ujarnya.

Kepala Dinas Perindag Provinsi Jambi Kemas Muhammad Fuad mengatakan, dengan data statistik yang ada pada bulan November 2022 telah mengeskpor sebanyak 66 ribu ton.

"Hari ini, tadi disampaikan dari pihak Bea Cukai dan balai karantina juga ada penurunan. Tapi penurunan ini karena kita tidak tahu pasar disana namun, tidak mengurangi. Hari ini tetap ekspor," sebutnya.

Sementara itu, Operasional Pelabuhan PT Batanghari Nusantara Indonesia Abdullatif Syukri mengatakan, buah pinang yang diekspor ada sebanyak empat kontainer.

"Dua kontainer sudah di jalan, dan dua kontainer baru kita ekspor lagi. Jadi satu kontainer seberat 18 ton. Ini baru perdana ke Chitagong," ujarnya.


Penulis: Ichsan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments