METROJAMBI.COM – Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS).
Dia memperingatkan bahwa blokade laut yang dilakukan AS terhadap Iran merupakan pelanggaran gencatan senjata.
Dia mengatakan, blokade laut di kawasan merupakan awal dari pelanggaran gencatan senjata, dan menciptakan ketidakaman bagi kapal dagang serta kapal tanker Iran.
Baca Juga: Lee Dong Wook, Jeon So Nee, Hingga Jung Yu Mi Hadiri Script Reading Drama 'The Facade of Love'
Dia menegaskan bahwa jika blokade berlanjut Iran akan menghentikan seluruh proses ekspor dan impor di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.
“Angkatan Bersenjata Iran yang kuat tidak akan mengizinkan ekspor maupun impor di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah untuk terus berlangsung,” kata Ali Abdollahi, Rabu (15/4/2026).
“Iran akan mengambil tindakan tegas untuk membela kedaulatan nasional dan kepentingannya,” kata dia.
Baca Juga: Baru Dilantik Seminggu, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Nikel
Perang antara Iran melawan AS dan Israel bermula setelah pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamanei oleh AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu.
Iran melakukan perlawanan melalui Operasi True Promise 4 dalam perang selama 40 hari hingga Pakistan memediasi gencatan senjata.
Gencatan senjata dua minggu berhasil ditengahi pada 8 April, memungkinkan adanya perundingan di Islamabad, di mana Iran mengajukan rencana sepuluh poin yang menuntut penarikan pasukan AS dan pencabutan sanksi.
Baca Juga: Penting! Klarifikasi PT Taspen Soal Rapel Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026
Meski berlangsung 21 jam pembicaraan intensif, delegasi Iran kembali ke Teheran tanpa kesepakatan, dengan alasan kurangnya kepercayaan terhadap komitmen AS.
Di tengah ketegangan ini, Trump mengumumkan blokade laut di Selat Hormuz, yang bertujuan mencegat kapal-kapal yang telah membayar biaya tol kepada Iran.