METROJAMBI.COM - Sebanyak delapan orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kecelakaan helikopter jenis PK-CFX milik KPN Plantation yang jatuh di Nanga Taman, Sekadau, Kalimantan Barat, pada 16 April 2026.
Mereka adalah Capt. Marindra W (Pilot in Command), Harun Arasyid (Engineer on Board/Co-pilot), serta enam penumpang dengan identitas Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Menurut informasi yang diperoleh Metrojambi.com, salah seorang penumpang yang bernama Fauzie O disebutkan merupakan warga Jambi.
Baca Juga: Lima Orang Ditangkap Bersama Alung, Tiga Orang Masih DPO
Informasi yang diperoleh Metrojambi.com menyebutkan jika istri dari korban Fauzie O bekerja di RSUD Raden Mattaher Jambi.
"Pihak keluarga sudah berangkat ke Kalimantan Barat," ujar sumber Metrojambi.com.
Humas RSUD Raden Mattaher Jambi, Jhon saat dikonfirmasi Metrojambi.com membenarkan informasi tersebut.
"(Istri korban, red) di Bagian Diklat," ujarnya, Jumat (17/4).
Baca Juga: PLTBg Terentam dan Tandun Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global
Sementara itu dikutip dari Antara, berdasarkan kronologi helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB.
Kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Tim gabungan yang melakukan pencarian terus berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban kecelakaan helikopter tersebut.
Baca Juga: Kabar Gembira, di Tengah Dunia yang Memanas Indonesia akan Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
"Tim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter. Namun karena kondisi gelap dan medan yang terjal, evakuasi belum memungkinkan dilakukan malam ini," kata Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto di Nanga Taman, Jumat malam.