nasional

PLTBg Terentam dan Tandun Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global

Jumat, 17 April 2026 | 08:19 WIB
Penampakan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Tandun (Dokumentasi/PalmCo)

METROJAMBI COM - Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil.

Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo misalnya, mengandalkan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME), perusahaan telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebagai sumber energi utama pabrik.

Baca Juga: Lima Orang Ditangkap Bersama Alung, Tiga Orang Masih DPO

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa inisiatif tersebut bukanlah respons jangka pendek terhadap lonjakan harga energi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang telah dimulai sejak lama.

“Gejolak harga energi fosil dunia saat ini justru membuktikan bahwa pengembangan energi terbarukan yang kami lakukan adalah langkah tepat," ujar Jatmiko dalam keterangannya yang diterima Metrojanbi.com, Jumat (17/4/1016).

"PLTBg membantu kami mengurangi ketergantungan terhadap solar, sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional,” lanjutnya.

Baca Juga: 7 Tahun Buron, DPO Penggelapan Bisnis Pinang Ditangkap Kejati Jambi 

Saat ini, PalmCo mengoperasikam dua pembangkit listrik berbahan baku limbah cair sawit, yakni PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun.

Keduanya menggunakan teknologi covered lagoon guna mengolah limbah cair menjadi biogas yang kemudian dikonversi menjadi listrik.

Seluruh energi yang dihasilkan diserap langsung untuk mendukung operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PPIS Tandun dan mereduksi penggunaan bahan bakar fosil.

Baca Juga: Pemerintah Janjikan Beasiswa hingga Peluang Kerja Bagi Lulusan Sekolah Rakyat

Berdasarkan data perusahaan, pemanfaatan energi kedua biogas itu telah menggantikan penggunaan genset berbahan bakar solar secara signifikan.

Dalam periode 2023 hingga 2025 saja konsumsi solar berhasil ditekan hingga lebih dari 2,6 juta liter. Sedangkan kedua biolgas

Halaman:

Tags

Terkini