METROJAMBI.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI secara resmi membuka Program Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Albukhary International University (AIU) Malaysia Batch 5 Tahun 2026 untuk 40 orang mahasiswa Indonesia.
Pimpinan Baznas RI Idy Muzayyad dalam keterangan mengatakan, kerja sama ini adalah bentuk ikatan lahir dan batin antara Indonesia dan Malaysia.
"Semoga ini menjadi inspirasi dan semoga memberikan keberkahan, melahirkan kebaikan-kebaikan baik bagi Baznas, Albukhary, dan juga para mahasiswa penerima beasiswa ini nanti," kata Idy.
Baca Juga: Rekrutmen Puluhan Ribu Manajer Koperasi Merah Putih, Buruan Daftar, Ini Syaratnya…
Lebih lanjut Deputi II Baznas RI Imdadun Rahmat menyampaikan program BCB AIU ini hadir untuk memberikan bantuan kepada mustahik agar bisa mengakses pendidikan tinggi.
Imdad menyampaikan total penerima manfaat BCB AIU pada saat ini mencapai 153 mahasiswa yang berasal dari 22 provinsi.
Melalui program ini, kata dia, Baznas juga telah meluluskan 132 mahasiswa yang sebagian besar sudah bekerja sebagai ekspatriat di Malaysia pada saat ini.
"Ada yang juga di Thailand, di Australia, serta Taiwan. Artinya program beasiswa ini mampu menjadi pembuka akses bagi mereka untuk berkarir mencari pengalaman di luar negeri, dan Alhamdulillah mayoritas mereka sudah memiliki penghasilan di atas nisab zakat," ujar Imdadun Rahmat.
Diketahui, Program BCB AIU ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat dari keluarga prasejahtera yang ingin melanjutkan studi tingkat strata satu (S1).
Program pembiayaan penuh dengan masa studi maksimal empat tahun tersebut menyediakan kuota sebanyak 40 orang pada tahun 2026, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Bantah Tuduhan Lakukan Penipuan, Kuasa Hukum Pegawai Honorer Pemprov Siap Lapor Balik
Para penerima beasiswa nantinya mendapatkan fasilitas komprehensif yang mencakup biaya pendidikan, asrama, asuransi, serta tunjangan hidup bulanan sebesar 500 Ringgit Malaysia.
Program ini juga menanggung komponen akomodasi keberangkatan seperti pembuatan paspor, visa EMGS, personal bond, ancillary fee, hingga dukungan pembekalan, mentoring, dan keikutsertaan dalam kompetisi maupun konferensi.