daerah

Kemarau Datang, BPBD Kerinci Tekankan Warga Stop Bakar Lahan Demi Cegah Karhutla

Senin, 13 April 2026 | 20:09 WIB
Ilustrasi : BPBD Kerinci tekankan agar warga tidak bakar lahan untuk cegah karhutla. (dok/metrojambi.com)

METROJAMBI.COM - Memasuki musim kemarau dengan suhu udara yang mulai meningkat, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran, terutama saat membuka lahan maupun membakar sisa pertanian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, menegaskan bahwa kondisi cuaca panas saat ini membuat potensi kebakaran semakin tinggi dan sulit dikendalikan jika sudah terjadi.

Baca Juga: Satu Warga SAD Dikabarkan Hilang, Polres Sarolangun Tutup Mulut Soal Bentrokan dengan Keamanan Perusahaan di Air Hitam

Menurutnya, praktik pembakaran jerami maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi salah satu pemicu utama karhutla yang kerap terjadi saat musim kering.

“Dalam kondisi cuaca panas seperti sekarang, api sangat mudah menyebar. Jika pembakaran dilakukan, apalagi dalam skala besar, risikonya akan sangat sulit dikendalikan,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menekankan, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan potensi bencana tersebut.

Kesadaran kolektif untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran dinilai sebagai langkah sederhana namun sangat efektif dalam menjaga lingkungan tetap aman.

Baca Juga: Kekerasan Berulang di Areal PT SAL, Dua Orang Rimba Terluka dan Satu Hilang, Negara dan Perusahaan Diminta Bertanggung Jawab

"Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayahnya masing-masing, terutama di daerah rawan kebakaran, agar tidak terjadi bencana yang dapat merugikan banyak pihak," tutupnya.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, diharapkan ancaman karhutla selama musim kemarau tahun ini dapat diminimalkan, sehingga kondisi lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.*

Tags

Terkini