Mitos Sisyphus, Hukuman Bagi Manusia yang Berusaha Menghindari Kematian

Photo Author
- Kamis, 7 Desember 2023 | 13:10 WIB

Ilustrasi orang sedang melakukan perjalanan (Freepik/Freepik)
Ilustrasi orang sedang melakukan perjalanan (Freepik/Freepik)

 

METROJAMBI.COM – Dalam Mitologi Yunani terdapat sebuah mitos tentang manusia yang berusaha untuk mencurangi takdir kematian bernama Sisyphus.

Dikisahkan dalam mitos bahwa Sisyphus merupakan sosok yang dikenal licik dan cerdik serta suka mengelabui manusia bahkan para dewa.

Sisyphus juga dikenal sebagai sosok bapak dari seorang pahlawan legendaris Yunani Odysseus dengan mitos perjalanannya mencari artefak kuno.

Baca Juga: Xiaomi Redmi 13C 5G Bakal Rilis dengan Harga Murah, Cek Bocoran Spesifikasinya

Dikutip dari laman situs Britannica tentang Sisyphus yang memiliki reputasi sebagai sosok pendiri Isthmian Games, sebuah festival kompetisi atletik dan musik untuk Dewa Poseidon.

Selain sosok yang memiliki reputasi tinggi dan dikenal sebagai orang yang cerdik, ia juga merupakan sosok yang suka bermain perempuan.

Dalam legendanya, suatu hari ketika ajal menjemput Sisyphus, ia mampu mengakali malaikat maut supaya berhasil menghindari kematian.

Baca Juga: Ingin Anak Sehat dan Cerdas, Bunda Harus Siapkan Aneka Makanan Bernutrisi Baik Ini di Rumah

Sisyphus mengakali kematian dengan cara mengikat malaikat maut ketika ia sedang lengah dan kabur darinya.

Melihat hal ini, Dewa Ares selaku dewa perang tidak tinggal diam dan membantu melepaskan malaikat maut dari jeratan Sisyphus.

Setelah mengetahui bahwa Dewa Ares sendiri yang datang, Sisyphus akhirnya menyerahkan diri dan menerima malaikat kematian.

Baca Juga: Sinopsis Drakor Terbaru Disney 'Soundtrack 2', Cinta Masa Lalu VS Cinta Masa Depan

Namun, Sisyphus yang cerdik memberikan pesan kepada istrinya supaya untuk tidak mengubur atau membakar selepas Sisyphus meninggal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ikbal Ferdiyal

Sumber: britannica

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X