daerah

UMKM Jadi Harapan Baru, Purna PMI Kerinci Dapat Pembinaan Usaha

Selasa, 7 April 2026 | 19:54 WIB
Ilustrasi : Purna PMI di Kerinci diberi pelatihan pembinaan usaha. (mediacenter.riau.go.id)

METROJAMBI.COM - Upaya mendorong kemandirian ekonomi terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Kali ini, perhatian diarahkan kepada para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah kembali ke tanah air dan memilih tidak lagi merantau ke luar negeri.

Melalui Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kerinci, program pelatihan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali digelar. Program ini dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis agar mampu membangun usaha sendiri di kampung halaman.

Sebanyak 20 purna PMI di jadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Selama pelatihan, peserta akan belajar mengolah biji kopi, memahami teknik pengemasan produk yang menarik, hingga mendapatkan pemahaman dasar tentang dunia kewirausahaan.

Baca Juga: Komitmen Bebas Narkoba, Rutan Sungai Penuh Gelar Tes Urine Berkala

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Suhaidir, menyebut jumlah peserta yang ikut mengalami penyesuaian dari rencana awal. Ia menjelaskan, program ini tetap difokuskan pada kualitas pelatihan yang diberikan.

“Awalnya ditargetkan 40 peserta, namun karena efisiensi menjadi 20 orang. Harapannya, para purna PMI memiliki keterampilan untuk membuka usaha sendiri dan tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri,” ujarnya belum lama ini.

Pilihan sektor kopi bukan tanpa alasan. Kerinci dikenal memiliki komoditas kopi yang cukup potensial, baik dari sisi kualitas maupun peluang pasar. Dengan sentuhan inovasi, produk lokal ini di yakini mampu bersaing dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Program ini tidak sekadar melatih kemampuan teknis. Pemerintah daerah juga ingin membangun pola pikir mandiri dan keberanian berwirausaha di kalangan peserta. Bekal tersebut dinilai penting agar para purna PMI tidak lagi bergantung pada pekerjaan di luar negeri.

Baca Juga: Jawab Ancaman Trump, Iran Klaim Berhasil Hancurkan Pusat Strategis Militer AS dan Israel

“Setelah pelatihan, kami berharap mereka bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat, membangun usaha produktif, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” lanjut Suhaidir.

Fenomena kembalinya PMI ke daerah asal memang menjadi peluang tersendiri bagi pembangunan ekonomi lokal. Dengan pengalaman kerja di luar negeri, para purna PMI umumnya memiliki etos kerja dan disiplin yang baik. Jika di padukan dengan keterampilan usaha, potensi ini dapat berkembang menjadi sektor ekonomi baru di tingkat desa.

Di sisi lain, penguatan UMKM berbasis potensi lokal seperti kopi juga berpeluang menciptakan lapangan kerja baru. Rantai usaha dari hulu hingga hilir mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Jawab Ancaman Trump, Iran Klaim Berhasil Hancurkan Pusat Strategis Militer AS dan Israel

Pelatihan seperti ini di harapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pendampingan lanjutan, akses permodalan, serta pemasaran digital menjadi langkah berikutnya yang di butuhkan agar usaha yang di rintis benar-benar tumbuh dan berkelanjutan.*

Tags

Terkini