METROJAMBI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino ekstrem yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla”.
Langkah ini dilakukan berdasarkan pembaruan data dan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Tanjabtim Amri Juhardi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi tingkat Provinsi Jambi yang dihadiri seluruh kepala pelaksana BPBD se-Provinsi Jambi, serta narasumber dari BMKG.
Baca Juga: Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15 Kg Sabu Gunakan Ambulans, Dibawa dari Perbatasan Riau-Jambi
Data dan proyeksi dari BMKG tersebut menjadi landasan utama dalam menyusun langkah mitigasi di daerah, khususnya di wilayah rawan seperti Tanjabtim.
“Fenomena El Nino tahun ini berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering," ujar Anti Juhardi.
"Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah gambut seperti Tanjabtim,” lanjutnya.
Baca Juga: ASN Diawasi Ketat Saat WFH Jumat, Pemerintah Pastikan Kinerja Tetap Terukur
Berdasarkan informasi BMKG, El Nino kuat umumnya ditandai dengan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik yang meningkat signifikan, sehingga mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dalam kondisi ekstrem, curah hujan bisa turun hingga di bawah normal selama beberapa bulan berturut-turut, meningkatkan potensi hotspot dan kebakaran lahan.
Sebagai langkah awal, BPBD Tanjabtim akan segera menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kabupaten.
Baca Juga: Prabowo: 1,5 Tahun Kerja, Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Setara 10 Persen APBN
Rapat tersebut juga akan menghadirkan pihak BMKG guna memperoleh pembaruan data terkini serta rekomendasi teknis yang lebih spesifik.
“Setelah rapat koordinasi, kami akan melaksanakan apel siaga sebagai bentuk kesiapan personel, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta mengintensifkan patroli lapangan untuk mitigasi langsung,” tambahnya.