Model seperti Gerakan 3S yang dijalankan di Sungai Penuh dinilai relevan karena berbasis gotong royong dan mudah diterapkan. Pola ini membuka ruang partisipasi luas, dari masyarakat hingga komunitas lokal, sehingga program tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
Ke depan, konsistensi pelaksanaan program dan penguatan edukasi menjadi kunci agar capaian ini tidak berhenti sebagai penghargaan semata, melainkan berdampak nyata pada kualitas hidup masyarakat.*