Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Gerakan 3S Tekan Stunting

Photo Author
Dedi Aguspriadi, Metro Jambi
- Rabu, 15 April 2026 | 20:03 WIB

Gerakan 3S Tekan Stunting di Sungai Penuh raih penghargaan. (Ist)
Gerakan 3S Tekan Stunting di Sungai Penuh raih penghargaan. (Ist)

METROJAMBI.COM - Upaya menekan angka stunting di Kota Sungai Penuh berbuah pengakuan di tingkat nasional. Pemerintah kota tersebut menerima penghargaan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi tahun 2026.

Forum Rakorda ini tak sekadar ajang seremoni. Kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi program sepanjang 2025 sekaligus menyusun langkah konkret untuk tahun 2026. Tema yang diangkat menyoroti transformasi peran Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung agenda prioritas nasional serta memperkuat daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Penghargaan untuk Sungai Penuh diserahkan oleh Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Muktamar Hamdi. Pengakuan ini berasal dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi daerah dalam percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Waldi, Pelaku Pembunuh Dosen di Bungo Jambi Jalani Sidang Perdana, Ini Pasal yang Disangkakan

Capaian tersebut tidak lepas dari peran Komunitas 3S Juara (Maju Adil Sejahtera) yang menjadi mitra dalam Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Komunitas ini berhasil meraih predikat Gold dalam ajang Genting Collaboration Summit 2025 yang digelar di Jambi. Piagam penghargaan itu di tandatangani langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.

Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Sungai Penuh, Ns. H. Alpiatri, hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut sebagai perwakilan pemerintah daerah.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Gerakan 3S. Program ini mengajak masyarakat berbagi melalui konsep sederhana: segenggam beras, sebutir telur, dan seribu rupiah untuk membantu pemenuhan gizi warga.

“Peran aktif semua pihak menjadi faktor utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Sungai Penuh,” ujarnya.

Baca Juga: Sempat Menghilang, Nyatang Ditemukan Dalam Kondisi Lemas Pasca Bentrokan Orang Rimba dengan Security PT SAL

Menurut Alfin, kekuatan utama gerakan ini terletak pada kolaborasi. Ketika masyarakat dan pemerintah berjalan seiring, langkah kecil bisa menghasilkan perubahan besar.

“Jika dilakukan bersama, gerakan ini memberikan dampak besar dalam pencegahan dan penanganan stunting,” tambahnya.

Pemkot Sungai Penuh berharap inisiatif ini terus tumbuh dan menjadi kebiasaan sosial yang memperkuat solidaritas antarwarga, terutama dalam menjaga kesehatan generasi mendatang.

Di tingkat provinsi, kinerja Dinas PPPAPPKB Sungai Penuh juga menunjukkan hasil positif. Sejumlah penghargaan berhasil diraih, mulai dari pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, peringkat kedua realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik (BOKB) Tahun Anggaran 2025, hingga apresiasi bagi kecamatan dengan capaian pelayanan KB tertinggi.

Baca Juga: Sepuluh Tahun Buron, Tim Tabur Kejati Jambi Tangkap Terpidana Kasus Rudapaksa Terhadap Anak di Bawah Umur

Stunting sendiri masih menjadi perhatian serius secara nasional. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang. Pemerintah pusat menargetkan penurunan angka stunting melalui pendekatan lintas sektor, termasuk intervensi gizi, edukasi keluarga, dan penguatan layanan kesehatan dasar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ahmad Ridho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X