METROJAMBI.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mengupayakan peningkatan layanan kesehatan dengan menjalin komunikasi langsung ke pemerintah pusat. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin melakukan pertemuan resmi dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia di Kementerian Kesehatan RI, Selasa (14/04/2026).
Audiensi tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di daerah. Pemkot Sungai Penuh menyoroti pentingnya dukungan fasilitas medis, mulai dari kelengkapan alat kesehatan di RSUD dan puskesmas, hingga peningkatan jumlah peserta BPJS Kesehatan.
Tak hanya itu, persoalan keterbatasan tenaga dokter spesialis juga menjadi perhatian utama. Kondisi ini dinilai masih menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya untuk penanganan penyakit tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.
Baca Juga: Pemkab Merangin Mantapkan Persiapan MTQ ke 52 Tingkat Kabupaten
Alfin dalam kesempatan itu menegaskan, keterlibatan pemerintah pusat sangat menentukan percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. Ia menilai, tanpa dukungan fasilitas yang memadai dan tenaga medis yang cukup, pelayanan kesehatan sulit berkembang secara optimal.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan. Kami berharap Kementerian Kesehatan dapat mendukung pemenuhan fasilitas dan tenaga medis di daerah,” ujar Alfin.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Gunardi, Direktur RSUD Mayjen H A Thalib Debi Zartika, perwakilan Bapperida, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Suharyadi.
Respons positif datang dari pihak Kementerian Kesehatan RI. Mereka mengapresiasi langkah aktif Pemerintah Kota Sungai Penuh yang dinilai serius dalam memperjuangkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakatnya.
.Baca Juga: Sempat Menghilang, Nyatang Ditemukan Dalam Kondisi Lemas Pasca Bentrokan Orang Rimba dengan Security PT SAL
Tidak berhenti pada apresiasi, pihak kementerian juga menyatakan kesediaan untuk menindaklanjuti berbagai usulan yang telah disampaikan. Harapannya, hasil dari pertemuan ini dapat segera direalisasikan agar pelayanan kesehatan di Sungai Penuh semakin kuat dan merata.
Di banyak daerah, keterbatasan fasilitas dan tenaga medis memang masih menjadi persoalan klasik. Distribusi dokter spesialis yang belum merata membuat sejumlah daerah harus merujuk pasien ke kota lain, yang tentu berdampak pada waktu dan biaya.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh ini menjadi contoh bagaimana daerah dapat mengambil peran aktif dalam memperjuangkan kebutuhan warganya. Dengan komunikasi yang intens dan terarah, peluang untuk mendapatkan dukungan pusat pun semakin terbuka.
Jika sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan konsisten, bukan tidak mungkin kualitas layanan kesehatan di daerah akan mengalami peningkatan signifikan. Pada akhirnya, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari kolaborasi tersebut.*