JAMBI - Penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jambi kembali melonjak drastis. Hari ini, Minggu (27/9/2020), ada penambahan 21 kasus baru, sehingga total positif Covid-19 di Jambi saat ini menjadi 446 kasus.
Dengan terus bertambahnya jumlah kasus positif beberapa hari terakhir ini, menyebabkan daya tampung ruang isolasi bagi para pasien penuh. Oleh karenanya, Pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi berencana akan menambah beberapa alternatif ruang isolasi baru, khususnya untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) jika penambahan kasus terus terjadi.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan, pasien OTG saat ini menjadi penyumbang terbanyak penyebaran Covid-19.
\"Tempat isolasi mandiri yang kasus untuk OTG di Bapelkes (Pijoan, red) dengan kapasitas 50 tempat tidur saat ini sudah penuh,\" bebernya.
Rencananya, kata Johansyah, Pemprov Jambi akan menyiapkan alternatif di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan).
"Namun kita kan harus komunikasikan dengan RT setempat, karena RT setempat beberapa waktu lalu menyetujui ruang isolasi, tapi hanya untuk Nakes yang bertugas menangani pasien covid. Bukan pasien OTG," kata Johansyah.
Alternatif kedua, kata Johansyah, di asrama haji. Dikatakan Johansyah, pihaknya masih akan mengkomunikasikan dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag) untuk tempat isolasi tambahan dan yang berikutnya di BPSDM provinsi Jambi.
"Cuma kita akan berkomunikasi dengan ketua RT dan Lurah di sekitar lokasi tempat tersebut. Jangan sampai nanti itu jadi konflik. Alternatif lain kita carikan tempat-tempat gedung provinsi yang ada di luar kota seperti gedung RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Pondok Meja)," ujarnya.
Sisi lain muncul pula wacana bahwasanya RSUD Raden Mattaher dapat dijadikan sebagai rumah sakit khusus pasien Covid-19. Menanggapi hal itu, Johansyah mengatakan masih akan didiskusikan.
"Alternatif lain, ini lagi didiskusikan bagaimana seandainya memang rumah sakit Raden Mattaher itu akan kita khususkan untuk penanganan Covid. Jadi tidak melayani pasien umum. Artinya ini masih dalam wacana ya," imbuhnya.
Diakui Johansyah, untuk di provinsi Jambi sendiri belum memiliki RS yang khusus untuk penanganan Covid-19. "Kalau seandainya memang rumah sakit Raden Mattaher jadi direkomendasikan merupakan rumah sakit khusus penanganan covid, Saya rasa kapasitas jumlah tempat tidur cukup memadai," pungkasnya.