Dinas Kesehatan Kota Jambi Siagakan Fasilitas Kesehatan Hadapi Kasus Campak

Photo Author
Ikbal Ferdiyal, Metro Jambi
- Jumat, 17 April 2026 | 11:39 WIB

Wali Kota Jambi Maulana saat meninjau Puskesmas Tahtul Yaman (Metrojanbi.com)
Wali Kota Jambi Maulana saat meninjau Puskesmas Tahtul Yaman (Metrojanbi.com)

METROJAMBI.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan untuk menghadapi peningkatan kasus campak di kota tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Elvi Roza mengatakan, kasus campak di kota itu didominasi oleh anak usia 0 hingga 6 tahun.

Berdasarkan data Dinkes, per 13 April 2026 tercatat lebih dari 300 kasus campak di Kota Jambi, dengan wilayah Kenali Besar menjadi penyumbang kasus tertinggi sebanyak 57 kasus.

Baca Juga: Salah Satu Korban Kecelakaan Helikopter di Sekadau Dikabarkan Merupakan Warga Jambi

Menurut dia, masih banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dan ia mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi guna mencegah penyebaran penyakit menular.

"Mari kita dukung program imunisasi agar anak tetap sehat dan terlindungi dari campak," kata Elvi.

Pihaknya juga meminta rumah sakit melakukan skrining terhadap pasien dengan gejala campak dan/atau riwayat kontak dengan kasus campak di pintu masuk rumah sakit, instalasi gawat darurat, rawat jalan, dan rawat inap.

Baca Juga: PLTBg Terentam dan Tandun Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global

"Kami meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan skrining terhadap pasien bergejala campak serta menyiapkan ruang isolasi jika ditemukan kasus," katanya.

Langkah tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan guna mengantisipasi penularan dan peningkatan kasus campak, terutama pada tenaga medis dan kesehatan.

"Kami meminta tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mengatur jadwal kerja agar tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup guna meminimalkan risiko penularan," kata dia.

Baca Juga: Lima Orang Ditangkap Bersama Alung, Tiga Orang Masih DPO

Kemudian fasilitas kesehatan diminta menetapkan mekanisme tata laksana bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terpapar, bergejala, suspek, maupun terkonfirmasi campak.

"Sekaligus memperkuat pengawasan melalui tim PPI, K3RS, serta unit mutu dan keselamatan pasien," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ikbal Ferdiyal

Sumber: Antara

Tags

Rekomendasi

Terkini

X